Rabu, 19 Maret 2014

Ahmad Heryawan Presiden 2014


Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan ikut andil dalam pemilu yang pada akhirnya memilih seorang Presiden. Mungkin Sebagian dari kita sudah bosan dengan yang namanya pemilu. Karena pemilu hanya akan melahirkan sosok kekuasaan baru, bukan melahirkan seorang pemimpin amanah yang berpihak pada rakyat. Pemilu hanya akan melahirkan koruptor baru dan lain sebagainya.

Terlepas dari itu semua sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita menggunakan hak pilih, mana tahu dengan satu suara itulah terpilihnya seorang pemimpin yang diharapkan. Kalau sekarang saudara-saudara merasa tidak ada pemimpin yang cocok dengan harapan anda atau tidak ada calon presiden yang baik menurut anda, maka pilihlah yang terbaik diantara yang terburuk.  

Untuk itu ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal mengenai seseorang yang digadang-gadang baik sebagai presiden di Negara Indonesia yang subur, makmur  ini.

Sekarang kita lihat sosok Ahmad Heryawan. Gubernur Jawa Barat ini mampu membawa perubahan yang positif terhadap Jawa Barat. 70 lebih penghargaan diraihnya, tapi jarang diekspos oleh media. Penasaran?   

Bagi saudara-saudara yang ingin melihat silahkan dibuka link dibawah ini. Moga dapat membuka pikiran dan mari memilih dengan cerdas. Demikian semoga bermanfaat.










Kesimpulan dari penulis :
-     Ahmad Heryawan seorang agamis
-     Dekat dengan berbagai kalangan
-     Bekerja penuh tanggung jawab
-  70 lebih penghargaan, bukti nyata keberhasilannya dalam memimpin Jawa Barat 
Selanjutnya »

Selasa, 18 Maret 2014

Wiranto Presiden 2014


Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan ikut andil dalam pemilu yang pada akhirnya memilih seorang Presiden. Mungkin Sebagian dari kita sudah bosan dengan yang namanya pemilu. Karena pemilu hanya akan melahirkan sosok kekuasaan baru, bukan melahirkan seorang pemimpin amanah yang berpihak pada rakyat. Pemilu hanya akan melahirkan koruptor baru dan lain sebagainya.

Terlepas dari itu semua sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita menggunakan hak pilih, mana tahu dengan satu suara itulah terpilihnya seorang pemimpin yang diharapkan. Kalau sekarang saudara-saudara merasa tidak ada pemimpin yang cocok dengan harapan anda atau tidak ada calon presiden yang baik menurut anda, maka pilihlah yang terbaik diantara yang terburuk.  

Untuk itu ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal mengenai seseorang yang digadang-gadang baik sebagai presiden di Negara Indonesia yang subur, makmur  ini.

Sekarang mari lihat sosok Wiranto. Wiranto adalah mantan jenderal yang mengawal demokrasi dari tiga presiden sekaligus. Mulai dari Suharto sampai ia dipecat oleh Gusdur. Penampilannya kalem dan tidak menggebu-gebu adalah daya tariknya.

Bagi saudara-saudara yang ingin melihat silahkan dibuka link dibawah ini. Moga dapat membuka pikiran dan mari memilih dengan cerdas. Demikian semoga bermanfaat.








Kesimpulan dari penulis :
-        Wiranto mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi
-        Agamis
-        Tegas dalam pendirian dan keputusan
-        Diduga terganjal kasus HAM di Timor-Timur
-        Diduga terlibat kerusuhan Mei 1998


Selanjutnya »

Prabowo Presiden 2014


Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan ikut andil dalam pemilu yang pada akhirnya memilih seorang Presiden. Mungkin Sebagian dari kita sudah bosan dengan yang namanya pemilu. Karena pemilu hanya akan melahirkan sosok kekuasaan baru, bukan melahirkan seorang pemimpin amanah yang berpihak pada rakyat. Pemilu hanya akan melahirkan koruptor baru dan lain sebagainya.

Terlepas dari itu semua sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita menggunakan hak pilih, mana tahu dengan satu suara itulah terpilihnya seorang pemimpin yang diharapkan. Kalau sekarang saudara-saudara merasa tidak ada pemimpin yang cocok dengan harapan anda atau tidak ada calon presiden yang baik menurut anda, maka pilihlah yang terbaik diantara yang terburuk.  

Untuk itu ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal mengenai seseorang yang digadang-gadang baik sebagai presiden di Negara Indonesia yang subur, makmur  ini.

Sekarang mari kita lihat sosok Prabowo, mantan Danjen Koppasus yang kontrovesial. Bagi saudara-saudara yang ingin melihat silahkan dibuka link dibawah ini. Moga dapat membuka pikiran dan mari memilih dengan cerdas. Demikian semoga bermanfaat.







Kesimpulan dari penulis :
-     Prabowo cerdas, cepat tanggap
-   Prabowo adalah satu-satunya tentara yang membela kepentingan Islam Indonesia 
-     Prabowo seorang yang berjiwa nasionalis  

Selanjutnya »

Senin, 17 Maret 2014

Jokowi oh Jokowi (Presiden 2014)


Beberapa hari lagi rakyat Indonesia akan ikut andil dalam pemilu yang pada akhirnya memilih seorang Presiden. Mungkin Sebagian dari kita sudah bosan dengan yang namanya pemilu. Karena pemilu hanya akan melahirkan sosok kekuasaan baru, bukan melahirkan seorang pemimpin amanah yang berpihak pada rakyat. Pemilu hanya akan melahirkan koruptor baru dan lain sebagainya.

Terlepas dari itu semua sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita menggunakan hak pilih, mana tahu dengan satu suara itulah terpilihnya seorang pemimpin yang diharapkan. Kalau sekarang saudara-saudara merasa tidak ada pemimpin yang cocok dengan harapan anda atau tidak ada calon presiden yang baik menurut anda, maka pilihlah yang terbaik diantara yang terburuk.   

Untuk itu ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu beberapa hal mengenai seseorang yang digadang-gadang baik sebagai presiden di Negara Indonesia yang subur, makmur  ini.

Kita mulai dengan Jokowi yang beberapa dekade ini namanya bagai malaikat tanpa dosa. Dimana-mana orang selalu memberitakan kebaikan, kebijakan yang katanya pro rakyat, anti korupsi dan lain-lain. Kalaupun salah ada saja komen-komen yang membuat dia lepas dari prasangka buruk. Begitu besar harapan orang terhadap sosok Jokowi (Joko Widodo) untuk memimpin negeri ini.

Penasaran dengan sosok Jokowi yang tiba-tiba didengungkan mampu menyelesaikan masalah, penulis menghadap pada mbah google yang serba tahu tentang segala macam berita. Pada akhirnya penulis mendapatkan link mengenai sosok Jokowi yang katanya adalah sang pembawa kedamaian hati rakyat Indonesia.

Bagi saudara-saudara yang ingin melihat silahkan dibuka link dibawah ini. Moga dapat membuka pikiran dan mari memilih dengan cerdas. Demikian semoga bermanfaat.














Kesimpulan dari penulis :  
- Jokowi terkenal dengan gaya blusukan untuk mendekatkan diri dengan rakyat
- Programnya yang fenomenal adalah memindahkan PKL tanpa kekerasan di Solo
- Belakangan diketahui PKL yang dipindahkan banyak yang rugi 
- Kenyataan Jokowi gagal mengurangi angka kemiskinan di Solo, dll
- Kalau mau jujur sebenarnya Jokowi gagal membangun Solo   
- Selama jadi Gubernur DKI Jakarta, programnya belum teruji 
- Kenyataan Jokowi dan timnya menguasai media yang membuatnya terkenal  


Selanjutnya »

Senin, 10 Februari 2014

Puisi Rumah Kasih


Rumah Kasih
Oleh : Fuadi

Ini bukan kain gendongan, atau ayunan yang lapuk dimakan masa.  Ini semacam balon tahan guncangan. Melindungiku dari debu, terik mentari, dingin bahkan polusi udara tak kutemui di sini. Ini adalah maha karya yang Sempurna. Terkadang geliatku disambut ibu dengan senyuman manis sambil mengelus-elus perutnya. Ada juga tatkala ibu asyik berbisik dengan tentangga, aku ingatkan dengan satu sentuhan lembut agar ingat akan hadirku, jiwa polos yang mendengar percakapannya. Tangan lentik itu merespon lalu menahan ucapan agar apa adanya, tidak mengada-ada dan mengandai-andai. Ibu memberi apa yang aku suka. Bila aku tak membutuhkan, maka ibu segera memuntahkan agar aku tak turut menyeruput. Doa-doa untuk kebaikanku selalu bergema di setiap munajatnya. Sungguh, ibu sangat mengerti aku.

Itu puluhan tahun lalu. Saat ini aku sedang merindukannya. Tempat  aku dilahirkan dan dibesarkan dengan segenap cinta. Tak terasa bulir embun menumpuk di bulu mata, saat rekaman itu kembali memutar memori. Entah berapa musim harimu tak ku jelang. Seribu kenang menambah rinduku menggenang.

Aku ingin kembali. Di sini, memeluk tiang penyangga yang dulu sangat kuat itu. Menumpahkan luapan rasa ke dinding hatinya. Maafkanlah segala khilaf, perkataan tak berpadan, dan dosa-dosa tak terhingga.  

Ibu, ketika tiang dan dindingmu sudah rapuh, izinkan aku merawatnya, walau tak sebanding. 

Bingkai Hati, 010214
  
Selanjutnya »

Puisi Yang Terkotak (Generasi Kusta)


Yang Terkotak 
(Generasi Kusta)

Oleh : Fuadi 

Untuk apa kau ke sini
Bukankah ini hanyalah sisa dari zamanmu nan kusam
Setelah lama berkutat dari pengasingan
Terpuruk jua di ujung masa
Di rahimmu

Apa kau ingin membawa kembali
Kenangan bimbang menoreh luka
Lalu wajah-wajah memaling muka
Dan rumah-rumah disambar api
Baranya kami panggul di pagi hari
Meninggalkan tanya tak berjawab

Biarkanlah kami di sini
Menganyam gundah membiakkan lelah 
Menanam apa yang kami punya
Dari benih-benih yang terbuang

Dan perlahan bunga-bunga itu tumbuh menjadi melati putih
Kembang suci menebar wangi

Lihat saja
Mereka menari dan bernyanyi
Lincah memainkan angka-angka
Di lantai merah yang terkotak


Bingkai Hati, 090613
Selanjutnya »

Minggu, 02 Februari 2014

Puisi Presiden


Puisi di bawah ini ditujukan kepada pemangku jabatan agar tak silau oleh yang namanya kekuasaan. Supaya yang mempunyai kekuasaan dapat berbuat adil untuk kemakmuran Indonesia tercinta. Berjuanglah untuk negeri bukan atas nama golongan. Selamat menikmati, moga bermanfaat. 

Rotasi Hidup 
Oleh : Fuadi

Dalam berkah-Nya, titahmu undang-undang
Potret hitam putih negeri
Aroma tubuhmu tercium ke seluruh penjuru
Langkah kakimu heningkan detak waktu
Siulanmu denting mengubah arah

Tangan-tangan menadah limpahan kasih
Maka kepakan sayap-sayapmu adalah anugerah dibawa sumpah
Dikembang teduh payung
Biarkanlah sandal-sandal jepit mencari jati diri
Sedap tata ilalang dipandang
Muruah terangkat tinggi

Doa-doa merangkai puja
Beriring salam sepanjang masa
Sejahtera dikala senja
Saatnya pulang ke ladang lengang
Sendiri
Sepi
Menyudahi rotasi

Di luarnya sumpah menjadi serapah

Alam Mayang, 130114
Selanjutnya »

Puisi Muara Penghambaan Diri


Muara Penghambaan Diri
Oleh : Fuadi

Pada matamu yang selalu menatap dengan kesahajaan jiwa
Pada lembut belaian yang meluruhkan angkuh
Pada senyuman yang menggugurkan resah
Pada helaan napas yang selalu merapalkan doa-doa
Pada malam-malammu yang menghempaskan lelap
Pada terik matahari, engkau membakar diri 
Dan pada usia yang kau gadaikan di jantung dunia
Aku bersimpuh
Berlutut di hadapanmu
Biarkan tangan ini menggenggam jemarimu
Merasakan hangat darahmu yang mengalir ragu-ragu
Dan sunggai-sungai tangis yang kau simpan di kotak-kotak sendu
Aku bawakan cawan-cawan kasih tulus untukmu
Satu dua tetes haru sangat berharga bagiku

Ummi, Ummi, Ummi
Setelah ridha Allah
Muara penghambaan yang agung hanyalah kepadamu   


Bingkai Hati, 010713
Selanjutnya »

Kamis, 30 Januari 2014

Puisi Untuk Ayah (1)



Tentunya masing-masing kita mempunyai kisah dengan yang namanya ayah. Ayah, sebuah nama yang sangat berarti bagi keluarga. Perjuangannya untuk menghidupi keluarga, mulai dari badannya kokoh sampai memasuki usia uzur patut untuk dicontoh. Maka sudah sewajarnya kita menyayangi dan mendoakan untuk kebahagiaannya. Selamat menikmati puisi di bawah ini, semoga bermanfaat.

Seucap Ungkap
Oleh : Fuadi 

Ada tatap isyaratkan seucap ungkap, di ujung senja, tersampir ketika malam tenggelamkan cahaya. Wajahmu senyum dilatari bulan menyatukan garis-garis kenang. Malam kian memanjang, resahku menawan angan, hadirkan hikayat lalu. Saat kita bermain angin di halaman, meronce cerita lucu, gembira tawa, potret dunia kanak-kanakku dulu

Lalu musim mengalih kisah. Sejarah dirimu terpatri di hati. Ayah! dalam sendu, kupunguti rindu. Kukendarai angin di malam lamun. Menembus dinding-dinding malam, buncahkan sepi. Cakrawalaku dihadapanmu dan menggenggam tanganmu. Aku hayati setiap lekuk jemarimu kaku, kasar, tonjolan urat-urat keras jelas seakan mengukir liku hidup dilalui dan rekam jejak silam yang mengantarkan mimpi-mimpi dilelapku hingga subuh menjelang.

Aah, desahku di ubun-ubun, jantung berdegup bagai genderang perang. Purnama redup tertutup awan. Satu simpulan dari matamu untukku. Bahwa sesungguhnya aku menujumu.    



Bingkai Hati, 250114
Selanjutnya »

Puisi Untuk Ayah (2)


Tentunya masing-masing kita mempunyai kisah dengan yang namanya ayah. Ayah, sebuah nama yang sangat berarti bagi keluarga. Perjuangannya untuk menghidupi keluarga, mulai dari badannya kokoh sampai memasuki usia uzur patut untuk dicontoh. Maka sudah sewajarnya kita menyayangi dan mendoakan untuk kebahagiaannya. Selamat menikmati puisi di bawah ini, semoga bermanfaat. 

Doa Untuk Ayah
Oleh : Fuadi 

Ayah...
Pembuluh peluh
Di matamu aku jatuh luruh
Di hatimu aku beku

Ayah...
Lidahlidah doa
Tangantangan karya
Mengurai asa sepanjang masa
Lengkung punggungmu melukiskan waktu                

Ya... Rabbana...
Lindungi dan berkahi dia selamanya
KepadaMu segala puja dan pinta
Aamiin


Bingkai Hati, 240114
Selanjutnya »

Jumat, 10 Januari 2014

Puisi Istikamah (Gumam Rindu)


Puisi di bawah ini sedikit menggambarkan perjalanan cinta dua insan yang harus terpisah untuk beberapa waktu. Sulitnya hidup membuat mereka harus rela berpisah meski menanggung rindu. Selamat membaca, semoga bermanfaat. 

Istikamah
Oleh : Fuadi

Kita telah menunda mimpi indah 
dan membenamnya sejenak dalam kubangan kehidupan
Tak perlu disesali
Kepergian hanyalah rentang waktu meraih mimpi

Buang curiga atau cemburumu 
Melangkahlah dengan niat, satukan tujuan 
Jarak ini hanya bentangan nasib yang dibawa takdir
Jalani saja kehendak-Nya
Percayalah 
Aku takkan berpaling oleh mewahnya duniawi 
atau liuk gemulai yang menawariku menari  
karena mutiaraku ada, sempurna 

Ketika malam menjamu rinduku 
rindumu ku rapalkan bersama zikir
wajahmu merupa
munajatku sampai kepada Sang Pemelihara Hati 
biarkan saja malam menyemai gigil 
dalam irama igauannya sendiri
akad cinta memelihara diri 


Bingkai Hati, 241012
Selanjutnya »

Puisi Bidan


Puisi di bawah ini adalah apresiasi penulis terhadap sosok perjuangan seorang hamba yang kita sebut dengan bidan. Bidan yang mengabdikan dirinya di desa terpencil jauh dari kemewahan. Puisi ini pernah dilombakan namun tidak masuk kategori pemenang. Selamat membaca, semoga bermanfaat. 

Bidan Desa
Oleh : Fuadi

Cantik merona nampak di wajah beliamu 
Sepasang mata bening menatap indah nirwana 
Mengayun langkah menuruni lembah 
Menyapa kabut pagi di pinggang bukit  
Senyummu merekah di kelilingi para bocah 

Saat gadis kota seusiamu 
Menyulam mimpi indah 
Meretas hidup bergelimang wah 
Engkau memungut tetes-tetes embun   
Satu-satu kau lulurkan pada luka warga
Keringat kau biarkan tertebar

Kadang berjalan kaki
Sepeda kau tuntun

Seperti malam ini 
Sehabis shalat isya 
Senter kau nyalakan menerangi jalan 
Menyibak gulita malam 
Gigil kau tinggalkan meggelepar terasing di kamar sunyi
Segaris nyawa membutuhkan lentik jemarimu 
Agar tunas harapan bangsa lahir ke dunia 

Telah kau ikhlaskan kisah hidupmu
Di desa terpencil bersama koreng, panu dan nanah
Meski sulit 
Engkau lukis sederet sketsa 
Harapan
Impian
Cita-cita 
Untuk Indonesia sehat 


Bingkai Hati, 201212
Selanjutnya »

Rabu, 08 Januari 2014

Puisi Jujur Vs Korupsi


Dalam zaman sekarang ini orang jujur susah dicari. Negeri ini kehilangan orang-orang jujur. Pemimpinnya dijangkiti virus korupsi. Puisi di bawah ini sedikit menggambarkan kejujuran yang seakan mati. Selamat membaca, semoga bermanfaat. 

Akar Jujur 
Oleh : Fuad Adi/Fuadi

Kemana akar yang mengakar akan pulang
Tanah tempatnya berpijak kehilangan humus
Sebagian terbawa banjir bandang
Lindap entah di muara apa
Sebelum ia bertakbir memanggil Tuhannya

Moyangmu dicabik sambaran petir korupsi
Kering, menggugurkan daun-daun layu
Pagi, siang ataupun malam
Menebar virus dalam setiap helaan nafas cambium

Seperti pohon di rumahmu
Tidak mati, enggan bertumbuh
Terkontaminasi
Gagap, gugup berhalusinasi menyemai benih-benih jujur  

Pada musim apa
Untuk siapa
Waktu memutar tanya  
Rakyat menganga

Dosa-dosa pengkhianat lindap ditelan kabut
Samar ditindih debu
Koarmu terantuk bukit-bukit cadas
Memandang beringas menusuk jantungmu


Bingkai Hati, 260213

Puisi di atas ada dalam antologi puisi "Goresan Pena Dalam Puisi" yang merupakan event harian dari group FB Goresan Pena Publishing. 

untuk pemesanan ketik GPP_NAMA_ALAMAT_JUMLAH kirim ke 085 221 422 416 atau inbox ke Capten Iwan Wungkul
Selanjutnya »

Puisi Berpisah Kekasih (Goresan Pena Dalam Puisi)


Puisi di bawah ini adalah ungkapan rasa perih seseorang yang harus berpisah dari kekasih yang dicintainya. Selamat membaca, moga bermanfaat. 


Salam Pisah 
Oleh : Fuad Adi/Fuadi

Perlahan api menjilati amplop jingga di hadapanku
Di unggunan sampah samping rumah
Di dalamnya ada sepucuk surat
Sekumpulan kertas yang bertuliskan aksara cinta, entahlah!
Atau juga kata umpat dan caci maki untukku

Aku hanya diam melihat dengan hampa
Saat sapuan api menyatu melingkari
Bercampur dengan abu yang diterbangkan angin
Amplop itu makin kecil, kerdil

Sekumpulan abunya menjulang langit
Sisanya duduk dilipatan kemeja luput dari perhatianku 
Titik pandangku mencurah pada langit kelabu
Bersama denyut resah yang termaktub

Aku pandangi angkasa sekali lagi
Abu-abu itu berputar-putar mengukir kata
Salam pisah untuk segaris kisah

Aku bergegas menutup hari

Dan mengunci hati untuk satu hati 


Bingkai Hati, 050313


Puisi di atas ada dalam antologi puisi "Goresan Pena Dalam Puisi" yang merupakan event harian dari group FB Goresan Pena Publishing. 

untuk pemesanan ketik GPP_NAMA_ALAMAT_JUMLAH kirim ke 085 221 422 416 atau inbox ke Capten Iwan Wungkul
Selanjutnya »

Selasa, 07 Januari 2014

Puisi Negeriku (Goresan Pena Dalam Puisi)


Bagaimanapun keadaannya negerimu pasti rasa cinta kepada tanah air tidak akan pernah hilang. Karena di sanalah engkau dilahirkan dan dibesarkan. Puisi di bawah ini merupakan tanda cintaku pada negeri yang subur ini. Sedikit kritikan terhadap apa yang terjadi di negeri ini tak apakan sob. Selamat membaca puisi yang sederhana ini. Moga bermanfaat. 

Inilah Negeriku 
Oleh : Fuad Adi/Fuadi

Menapak jarak embun pagi
Kaki-kaki telanjang menyulam kerikil di pinggir jalan
Masih senyap jalanan dengan polusi
Sejauh apa langkahan, sejuk embun masih saja sulit dijamah

Inilah negeriku
Yang ku tahu sejak usia menjejaki dunia
Nurani kulihat perlahan mulai terkikis
Jilbab-jilbab telah menonjolkan aurat
Para pendakwa sembunyi dibalik sarung mereka
Mengumbar fatwa seenaknya
Rakyat makin bingung
Semakin samar halal dan haram
Korupsi berjamaah
Sumber mata air menjadi air mata
Air mata rakyat mengaliri mata air pejabat 

Inilah negeriku
Negeri subur bagi penyamun

Bingkai Hati, 190213

Puisi di atas ada dalam antologi puisi "Goresan Pena Dalam Puisi" yang merupakan event harian dari group FB Goresan Pena Publishing. 

untuk pemesanan ketik GPP_NAMA_ALAMAT_JUMLAH kirim ke 085 221 422 416 atau inbox ke Capten Iwan Wungkul
Selanjutnya »