Selasa, 21 Februari 2017

Puisi Tentang Malam Minggu

Ilustrasi dari Internet

Malam minggu adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh sebagian anak muda sekarang. Malam minggu dijadikan sebagai malam untuk berbagi cerita. Banyak alasan untuk itu seperti halnya karena besoknya minggu adalah libur sekolah atau libur dari rutinitas perkantoran bagi yang sudah bekerja. 

Bagi yang punya pacar malam minggu dijadikan malam untuk bertemu sekadar melepas rasa rindu dan sebagainya. Malam minggu juga dijadikan sebagian kalangan untuk menemukan jodoh, misalnya. 

Tetapi apapun alasannya pacaran dalam Islam tidaklah dibolehkan. Mencari jodoh dalam Islam bukan melalui pacaran. Orang Islam percaya jodoh di tangan Tuhan, jadi tak perlu repot-repot bermalam minggu menghabiskan waktu untuk mencari jodoh. Kalau sudah tiba waktunya pasti akan bertemu jua. 

Seperti yang dikisahkan puisi di bawah ini. Selamat menikmati, semoga bermanfaat. 

DARI MINGGU KE MINGGU
Oleh : Fuadi

Malam minggu pertama 
engkau pergi dengan kekasihmu
pulang membawa sekeranjang cinta 
tersemat di dalam dada
Malam minggu ke dua
bersama kekasih barumu
mengulur-ulur waktu 
menggambar langit dan lautan biru
Malam minggu ke tiga 
terbuka sedikit cela 
hati dipenuhi tanda tanya
tentang arjuna maha sempurna
Malam minggu ke empat
bulan tawar menawar 
tak sadar diri terperangkap
dalam buaian rayuan menyekap
Malam minggu ini 
engkau mulai merasa asing
ditinggalkan Tuhan 
dalam kurung penyesalan
Dari minggu ke minggu
aku masih setia di sini 
menunggu kekasihku
yang diberkahi Tuhanku

Pucuk, 040217
Selanjutnya »

Minggu, 19 Februari 2017

Puisi Tentang TKI





Puisi di bawah ini terinspirasi dari TKI yang bekerja di luar negeri untuk menyambung hidup dan kehidupan mereka. Begitu banyak cerita tentang TKI di luar negeri, dari penindasan, kriminalitas dan sebagainya. Tapi banyak pula yang berhasil dan bisa membantu kehidupan keluarga mereka di kampung. 

Latar pendidikan merekapun beragam. Mulai dari tamat SD sampai dengan Sekolah Menengah Atas, bahkan ada yang tidak tamat SD. Maka jangan heran kalau mereka ada yang menjadi pembantu rumah tangga di negeri orang.

Dari sekian banyak cerita tentang TKI, satu yang harus diingat mereka adalah Pahlawan Devisa buat negara kita Indonesia. Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya mereka bekerja di luar negeri bukan karena mengharap menjadi pahlawan devisa tapi karena tidak adanya pilihan lain? 

Puisi di bawah ini contohnya, selamat menikmati. Jangan dilihat siapa yang menghasilkan karya, tapi ambillah manfaat dari karya tersebut. 

BUKAN PILIHAN
Oleh : Fuadi

Bukan pilihan 
meninggalkan tepian, ruang pertemuan kita
membagi tawa, mandi bersama
dan pulang menggendong kain cucian

Bukan pula hidup mewah, berleha-leha, melupakan budaya
apalagi menjadi pahlawan “Nonsense”
Pahlwan itu tahan banting, punya nyawa ganda
tak ada rasa sakit serta tidak mudah terbawa perasaan

Aku, hanya ingin bekerja sepertimu
mendapatkan uang dan kalau bisa bantu ibu
membantu pendidikan adik-adikku
sisanya untuk bekal perkawinanku

Sayangnya, itu aku dapatkan di negeri orang
bukan di negeriku yang kaya
negeri yang kucinta sepanjang masa
yang kini tergadai kudengar berita

Pucuk, 291216
 
Selanjutnya »

Sabtu, 18 Februari 2017

Puisi Bukan Cinta Biasa

Ilustrasi : Google



BUKAN CINTA BIASA
Oleh : Fuadi

Suatu sore, di rumah cinta atas ridha-Nya. Di bawah siraman pelangi selepas hujan. Percakapan itu diputar ulang.

Dik!, cinta kita bukan musiman. Seumpama sakura mengunggah warna saat musimnya tiba, lalu meranggas terpanggang kemarau ketika musim semi berlalu. Tidak sayang.

Kita adalah sejoli sejalan seiring sepanjang rel kehidupan-Nya. Terkadang menyusuri ngarai, lereng dan lembah yang gigil. Mendaki terjalnya cadas-cadas melukai hati dan perasaan. Lain waktu tersesat di lorong-lorong gelap pengap. Kita adalah cahaya yang redup ditiup angin, tapi tak pernah menyerah mengaji hikmah.  

Dik!, masih ingatkah waktu pertama kali datang di kota ini?. Saat mereka asyik berkampanye hura-hura mendulang suara demi meraih kekuasaan. Kita malah asyik menata hati. Hari-hari kita lalui saling berbagi airmata. Syahdunya aroma cinta kita aduk di secangkir teh hambar ditadahi gula kesetiaan.

Musim itu telah kita lewati bersama. Ia mengajarkan sebuah cinta juga ketegaran. Menikmati senyum di bibirmu merekah, debar-debar dada membahasakan rayuan, merekatkan cinta-Nya sampai berlaku kehendak dan anak-anak puisi lahir dari rahimmu menjadi bulan dan matahari. Sedang airmata adalah bahasa kita menerjemahkan liku hidup.

Cinta dan kesetiaanmu menjadikan hidupku lebih hidup, sampai usia menutup. 


PKU, 290816
Selanjutnya »

Jumat, 17 Februari 2017

Puisi Tentang Analogi




Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi di mana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.

 
ANALOGI
Oleh : Fuadi

Perampok
kasar, bengis, sadis  
masuk toko, perbankan
todongkan pistol, tembak, rampas brangkas
kabur kalau mujur
apes jadi pepes

Teroris
rakit senjata?
bergerak diam-diam
dinamis penuh semangat
mencita-citakan keadilan kebenaran
tiba-tiba : “dar, der, dor”
langit tercengang
bisik-bisik diputus

Manusia beradab
merapat, merundingkan HAM
makan-makan, minum-minum
obral cerita
perang pecah dimana-mana

Rakyat kecil
kerdil
tiap hari disuguhi berita dan komik :
pemerkosaan, perampokan,
perkelahian, kekerasan,
KDRT, gosip terkini,
di channel-channel hiburan modern
yang diremote control sang Empu

Lahar, 271216





Selanjutnya »

Kamis, 16 Februari 2017

Puisi Al-Qur'an




Selamat berjumpa kembali saudaraku. Lama sudah tak bertemu dan sudah sekian lama juga blog ini tidak ditulisi. Karena sesuatu hal dan lain sebagainya, mudah-mudahan ke depannya akan terus diisi lagi. Aamiin.

Puisi di bawah ini adalah salah satu puisi yang masuk dalam Antologi Puisi "MINI KATA MEGA MAKNA" yang diselenggarakan oleh Bebuku Publisher. Ohya, peserta antologi banyak bro, dan alhamdulillah puisi ini terjaring dan masuk ke dalam "1000 PENYAIR TERPILIH NUSANTARA". Suatu penghargaan tersendiri dan sebagai support bagi penulis untuk tetap berkarya. 

Ohya, sudah panjang lebar, silahkan dinikmati mudah-mudahan bermanfaat. Jangan dilihat siapa yang melahirkan puisi tapi ambillah manfaat dari karyanya. Salam. 
AL - QUR'AN
Oleh : Fuadi

Bacalah
Sebagai petunjuk dan pembeda
Penenang jiwa
Bagi perindu surga

Amalkanlah
Selamat dunia akhirat
Terhindar dari laknat
Hingga datang kiamat

Ajarkanlah
Ilmu sangat bermanfaat
Dapat pahala berlipat-lipat

Ingatlah
Dijauhi kemungkaran menjadi
Diimami damai duniawi

Pekanbaru, 220616  



Selanjutnya »

Senin, 23 Mei 2016

Yang Tersi(k)sa Dari Sebuah Perjamuan

Puisi di bawah ini lahir dari ketidakpuasan terhadap mahasiswa yang telah gagal dalam menyuarakan nasib rakyat. Silahkan dibaca, moga bermanfaat



Yang Tersi(k)sa Dari Sebuah Perjamuan
Oleh : Fuadi

Suatu malam diperjamuan sang raja baru pilihan rakyat, katanya!

Malam di ruang makan istana 
Tuan rumah ramah senyum dikulum 
Menjabat satu-satu tangan tamu 
Pagar negeri penegak panji-panji

Di meja perjamuan makan malam 
Sederet laukpauk dan sayurmaur pun cukup 
Terhidang menu sempurna menggugah selera 
Tak sabar niat mencicipi

Setelah berdoa berdasarkan niat masing-masing 
Diiringi denting garpu dan sendok mengaduk 
Obrolan ringan tentang negeri masuk mulut 
Bersama butiran nasi dan lauk pauk

Dikunyah-kunyah, enak di lidah 
Ditelan rasa perut kenyang 
Enak ramuan redam amanah 
Lupa dimana panji-panji akan dipancang

Di sepiring nasi kini nampak seonggok tulang yang 
Pergi berenang ke sekelompok ikan-ikan tanpa kepala 
Mengaku regenerasi reformasi tanpa malu  
Remah-remah pasrah diguyur segayung air, lindap 
Nurani padam
Di sela gigi ada daging yang terjepit 
Membusuk, jadi repihan bangkai
Bangkai harapan yang tersi(k)sa

Bingkai Hati, 220515


Selanjutnya »

Sabtu, 21 Mei 2016

Kebiadaban PKI (3)


DAFTAR BUKTI KEKEJAMAN & KRONOLOGI MAKAR PKI DARI TAHUN 1945 s/d 1965
1. Pada tanggal 8 Oktober 1945 : PKI membentuk suatu gerakan bawah tanah dengan kedok organisasi kepemudaan  API [Angkatan Pemuda Indonesia] dan AMRI [Angkatan Muda Republik Indonesia].
2. Pada pertengahan bulan Oktober 1945 : AMRI di daerah Slawi-Tegal pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil melakukan aksi teror, dilanjutkan dengan menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.
3. Pada Tanggal 17 Oktober 1945 : Seorang Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI [Komite Nasional Indonesia] membentuk DPRS [Dewan Pemerintahan Rakyat Serang] dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
4. Pada Tanggal 18 Oktober 1945 : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
5. Pada Tanggal 21 Oktober 1945 : PKI dibangun kembali secara terbuka.
6. Pada Tanggal 4 November 1945 : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal serta Pemalang.

7. Pada Tanggal 9 Desember 1945 : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.
8. Tanggal 12 Desember 1945 : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.
9. Pada Tanggal 12 Februari 1946 : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
10. Pada Tanggal 14 Februari 1946 : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.

11. Pada Tanggal 3 - 9 Maret 1946 : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.
12. Pada Tahun 1947 : Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
13. Pada Tanggal 17 Januari 1948 : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
14. Pada Tanggal 23 Januari 1948 : Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
15. Bulan Januari 1948 : PKI membentuk FDR [Front Demokrasi Rakyat] yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
16. Pada Tanggal 29 Mei 1948 : M. Hatta melakukan ReRa [Reorganisasi dan Rasionalisasi] terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.
17. Pada Bulan Mei 1948 : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah selama 12 [dua belas] tahun tinggal disana.
18. Pada Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948 : PKI Klaten melalui SARBUPRI [Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia] melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.
19. Pada Tanggal 11 Agustus 1948 : Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.
20. Pada Tanggal 13 Agustus 1948 : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
21. Pada Tanggal 19 Agustus 1948 : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
22. Pada Tanggal 26 – 27 Agustus 1948 : Konferensi PKI
23. Pada Tanggal 31 Agustus 1948 : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
24. Pada Tanggal 5 September 1948 : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
25. Pada Tanggal 10 September 1948 : Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
26. Pada pertengahan September 1948 : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
27. Pada Tanggal 13 September 1948 : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo
28. Pada Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 [seratus delapan] kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
29. Pada Tanggal 18 September 1948 : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
30. Pada Tanggal 19 September 1948 : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat
31. Pada Tanggal 19 September 1948 : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.
32. Pada Tanggal 20 September 1948 : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
33. Tanggal 20 September 1948 : PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
34. Pada Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 [Dua] Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 [Tujuh] Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :
  • Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.
  • Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.
  • Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.
  • Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
  • Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
  • Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.
  • Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
  • Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
  • Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
35. Pada Tanggal 30 September 1948 : Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.
36. Pada Tanggal 4 Oktober 1948 : PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah
37. Pada Tanggal 30 Oktober 1948 : Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
38. Pada Tanggal 31 Oktober 1948 : Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
39. Di Akhir November 1948 : seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
40. Pada Tanggal 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.
41. Pada Tahun 1949 : PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.
42. Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 [Tujuh] Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
43. Pada Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
44. Pada Tanggal 6 Agustus 1951 : Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
45. Pada Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
46. Pada Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
47. Pada Tanggal 8 – 11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
48. Pada Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI
49. Pada Tanggal 15 Februari 1958 : Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia [PRRI], namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
50. Pada Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
51. Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
52. Pada Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM [Nasional, Agama dan Komunis] yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
53. Pada Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI [Majelis Syura Muslimin Indonesia] dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
54. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 [dua] juta orang.
55. Pada Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
56. Pada bulan April 1962 : Dilaksanakan Kongres PKI.
57. Pada Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
58. Pada Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII [Gerakan Pemuda Islam Indonesia], lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
59. Pada Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
60. Pada bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA [Musyawarah Rakyat Banyak] yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
61. Pada Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI
62. Pada Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR [Pemuda Rakyat] dan BTI [Barisan Tani Indonesia] menyerang dan menyiksa peserta Training PII [Pelajar Islam Indonesia] di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
63. Di Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota merupakan  Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT.  PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI [Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia], Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI [Barisan Tani Indonesia], LEKRA [Lembaga Kebudayaan Rakjat] dan HSI [Himpunan Sardjana Indonesia].
64. Pada Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN [Perusahaan Perkebunan Negara] Karet IX Bandar Betsi.
65. Pada Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur oknum TNI Angkatan Udara.
66. Pada Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
67. Pada Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
68. Pada Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU [Gerakan September Tiga Puluh] :
  • PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.
  • PKI juga menculik dan membunuh Lettu Czi Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.
  • PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.
  • PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :

  • Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief.
  • Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi
  • Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono
  • Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
69. Pada Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga menculik Danrem Pamungkas Kolonel Inf Katamso Darmokusumo dan Kasrem Letnan Kolonel Inf Sugiono, dibawa ke Batalyon L Kentungan. Mereka berdua disiksa dan dibunuh secara keji dengan batu dan kunci mortir, kemudian jasadnya menjadi satu ditanam pada satu lubang dangkal. Lalu pada tanggal yang sama di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.
70. Pada Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
71. Pada Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
72. Pada Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
73. Pada Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem [kini Desa Yosomulyo] Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.
Sebanyak 62 [enam puluh dua] orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
74. Pada Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
75. Pada Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.
76. Pada Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
77. Pada Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
78. Pada Tanggal 11 Maret 1965 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret [Supersemar] dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
79. Pada Tanggal 12 Maret 1965 : Soeharto melarang secara resmi PKI.
80. Bulan April 1965 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
81. Pada Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
82. Pada Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
83. Di Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
84. Pada Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
85. Pada Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 [enam puluh] orang NU tewas dibunuh.
86. Pertengahan 1968 : TNI melaksanakan Operasi Trisula, menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
87. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
88. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.

Selanjutnya »