Senin, 06 Maret 2017

Puisi Tentang Hujan



Mandi hujan adalah kesukaan anak-anak dimanapun. Baik di desa atau di kota. Puisi di bawah ini kisah seorang anak yang telah terpisah dari orang tuanya, tapi ia akan selalu terkenang saat mandi hujan di tempat asalnya dulu. Kenangan saat kecil yang tak terlupa seperti mandi hujan dan itu akan mengingatkan akan sosok seorang ibu. 

Selamat menikmati, moga bermanfaat. 

HUJAN DAN SECUIL KENANGAN BERSAMA IBU
Oleh : Fuadi

Pada surat balasan terakhir,
awal Mei waktu itu
kini telah berkisah November
rinai-rinai hujan menautkan rekahan tanah

Anak-anak telanjang dada
di halaman berlanyah tertawa bersama
menikmati rintiknya hinggapi kepala
lupa laku lupa waktu

Tiba-tiba hati ini kangen
istana rumah kayu
kala hujan turun,
aku cari-cari celah alpa ibu

Bertelanjang dada
ke halaman, diam-diam menyelinap
tegak berdiri
membentangkan tangan kepala tengadah, berteriak :
“Aku sambut kehadiranmu dengan suka cita
wahai hujan siramlah aku,
tumbuhan dan tanaman,
suburlah dengan berkah-Mu”

Dibelakangku,
ibu mengacung-acungkan sapu menyeru
ah, masa-masa itu
tak pernah lupa,
hidup diingatanku.


Pucuk, 060317

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tambah sahabat dengan komentar, No Spam