Jumat, 12 Oktober 2012

Inggit, Tehnya Pahit


Bung Karno: Inggit, Tehnya Pahit
Walentina Waluyanti – Belanda

Soekarno muda baru saja menyelesaikan kuliahnya. Gelar insinyur kini telah diraihnya. Ini artinya, ia tidak lagi menerima bantuan keuangan dari orangtuanya. Dan sekarang ia sedang bingung. Diteguknya teh suguhan Inggit. Segelas teh pahit. Toples gula di dapur sudah kosong. Dapurnya sedang kering kerontang. Istrinya, Inggit hanya mampu menyuguhkan teh encer tanpa gula buat tamu-tamu yang datang.
Sebetulnya Bung Karno sudah mendapat tawaran untuk kedudukan menarik di Departemen Pekerjaan Umum. Tapi sudah saatnya para pemuda menolak bekerja sama dengan pemerintah. Begitu pikir Bung Karno. Menurutnya, bekerja sama dengan pemerintah bisa memasung kebebasan berpikir dan bertindak.
Walau begitu, toh Bung Karno tetap butuh uang, untuk membuat dapurnya kembali berasap. Dan untuk mendapatkan uang, tentu saja ia harus bekerja. Untunglah ada lowongan di sekolah Yayasan Ksatriaan, yang dipimpin oleh Ernest Douwes Dekker, masih kerabat Multatuli, seorang tokoh kebangkitan nasional berdarah Indo. Douwes Dekker atau Setia Budi, juga dikenal sebagai tokoh “tiga serangkai” bersama Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Sebagai catatan, sekolah Ksatriaan ini sekarang dikenal dengan nama SMP Negeri 1 Bandung. Jurnalis kawakan dan pejuang BM Diah pernah bersekolah di sekolah ini.
Douwes Dekker bertanya pada Bung Karno, “Anda bisa mengajar, kan?”. Bung Karno dengan agak tersinggung, tentu saja mengiyakan. Namun dasar Bung Karno. Kepribadiannya memang ekspresif, meledak-ledak, penuh semangat. Terlebih jika itu sudah menyangkut nasib bangsanya.
Ia menyadari, pelajaran sejarah seharusnya memaparkan fakta. Tapi “dendam-kesumatnya” terhadap imperialisme, tak bisa membuatnya jernih berpikir, kapan saatnya harus berbicara sebagai “guru” dan kapan saatnya bicara sebagai “pejuang revolusi”. Dan itulah yang dilakukannya ketika memberi pelajaran sejarah di hari itu. Bung Karno masih ingat, salah seorang murid di kelasnya itu adalah Anwar Tjokroaminoto, adik Oetari istri pertamanya.
Di hadapan anak-anak dan penilik sekolah (orang Belanda), yang sedang menilai caranya mengajar, ia terseret emosinya pada saat memberi pelajaran sejarah itu. Dengan bakatnya sebagai orator, berapi-api dikritiknya imperialisme. Menggelegar, sampai terlompat-lompat dikutuknya kolonialisme dengan segala sistemnya. Akibatnya bisa diduga. Kontan, penilik sekolah orang Belanda itu mengajukan pemecatan Bung Karno sebagai guru. Kata penilik sekolah itu, “Raden Sukarno, tuan bukan guru, tuan seorang pembicara”.
Namun ada yang lebih menarik dari sekedar ilustrasi kejadian di atas. Saya tertarik menggarisbawahi pendapat Bung Karno tentang pelajaran sejarah di sekolah. Mungkin pendapat Bung Karno di bawah ini adalah jawaban atas pertanyaan, mengapa sekarang ini pelajaran sejarah umumnya kurang menarik perhatian para siswa. Menurut Bung Karno, dalam pelajaran sejarah seharusnya tidak sekedar sibuk dengan urusan nama, tahun, dan kejadian.
Dalam pelajaran sejarah, menurut Bung Karno yang penting adalah mengerti latar belakang sebuah kejadian sejarah. Bukan sekedar menghafal nama, tahun, dan kejadian. Kata Bung Karno selanjutnya:
“Aku memberikan alasan mengapa ini dan itu terjadi. Aku memperlihatkan peristiwa-peristiwa sejarah secara sandiwara. Aku tidak memberikan pengetahuan secara dingin dan kronologis. Ooo tidak, Sukarno tidak memberikan hal semacam itu. Itu tidak bisa diharapkan dari seorang orator yang berbakat dari lahirnya. Aku mengayunkan tanganku dan mencobakannya. Kalau aku bercerita tentang Sun Yat Sen, aku betul-betul berteriak dan memukul meja.” (Buku “Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”).
Bisa saya bayangkan, bagaimana mengasyikkannya pelajaran sejarah, jika yang berdiri di depan kelas itu adalah “Meneer Sukarno”. Sebagai guru, pelajaran sejarah itu diberikannya seperti seorang aktor yang memainkan lakonnya. Ini kira-kira sama dengan seorang dalang yang bisa membawa pendengarnya ke suasana kisah, sehingga pendengar tetap terpaku untuk terus menyimak.
Saya kurang tahu bagaimana metode pengajaran sejarah sekarang ini di sekolah-sekolah di Indonesia. Saya tumbuh di Indonesia dalam generasi yang fasilitasnya belum se-modern generasi sekarang. Namun begitu, teman-teman sebaya sekelas saya di bangku sekolah dasar tidak perlu juara kelas pun, bisa dipastikan akan lancar menjawab pertanyaan, “Bangsa mana saja yang pernah menjajah Indonesia?”. Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, Jepang. Bukankah ini pengetahuan dasar yang sudah otomatis diketahui anak-anak Indonesia, setidaknya generasi saya?
Budaya dan agama asing mana yang mempengaruhi Indonesia? Budha, Hindu dari pengaruh Cina dan India. Islam dari Arab. Katolik/Protestan dari pengaruh Portugis, Spanyol, Belanda. Akulturasi antara animisme penduduk asli dengan berbagai budaya dan agama pendatang, membuat Indonesia masa kini sudah sulit diklaim budayanya 100% asli. (Belum terhitung ekspansi perekonomian dan budaya dari negara-negara lain yang tak tersebut di atas, serta efek globalisme yang semakin mengubah wajah Indonesia).
Hal di atas saya sebut pengetahuan dasar, terlebih karena pengetahuan itu memang sudah menjadi pertanyaan klasik yang kerap menjadi bagian dari ulangan umum di sekolah.
Walau anak-anak itu hafal banyak kejadian sejarah di luar kepala, tapi tanpa mengerti mengapa semua itu harus mereka ketahui, maka sejarah hanya menjadi pelajaran “mati”.
Rendra pernah dikritik cendekiawan muda dalam debat tentang kejadian sejarah. “Ah, sudahlah Mas. Buat apa sejarah itu? Itu kan nostalgia dan romantisme saja”. Komentar itu malah membuat Rendra berbalik heran. Para intelektual muda yang kelak akan mengambil alih masa depan bangsa, lha kok malah mempunyai cara berpikir seperti itu? Bagaimana orang bisa memahami masa kini, bisa membuat perencanaan untuk masa depan, jika tidak belajar dan memahami masa lalu?
Meneropong sejarah ibarat proses merekonstruksi puzzle kejadian. Sebuah kejadian tidak akan mungkin berdiri sendiri. Semua itu adalah rangkaian yang berkaitan satu sama lain. Dalam merekonstruksi ini, peminat sejarah dituntut agar mampu berpikir logis, obyektif, analitis, rasional, untuk bisa mem-verifikasi sebuah paparan fakta. Kemampuan dasar berpikir ilmiah ini, akan membuat sebuah bangsa bisa tahan banting di tengah persaingan.
Bukan sekedar pemanis bibir jika Cicero, filsuf Romawi mengatakan “Historia est Magistra Vitae” atau sejarah adalah guru kehidupan. Seorang guru sejarah yang baik akan mampu merangsang keingintahuan untuk memasuki banyak penjelajahan. Tidak saja tentang sejarah itu sendiri. Tapi jika sejarah itu didalami, maka orang akan terbawa pada sebuah dunia yang lebih luas. Misalnya mengenal nilai kehidupan melalui para pelaku sejarahnya (dari “wong cilik” sampai orang besar), mengenal karakter manusia, menghargai perbedaan kultur dan agama. Juga membangkitkan nasionalisme, mengenal tata sosial, politik, ekonomi dan pemerintahan.
Mempelajari sejarah juga bisa mengilhami usaha preventif sekaligus refleksi, agar sebuah kejadian traumatis tak terulang, atau malah sebagai usaha pelestarian keteladanan agar bisa dicontoh. Ini semua menyitimulasi timbulnya sikap saling pengertian dan kearifan dalam hidup bermasyarakat.
Sejalan dengan Bung Karno, Rendra pernah beropini sudah saatnya sistem belajar sejarah di sekolah itu diubah. Tidak hanya sekedar menghafalkan dan mendengarkan. Apa gunanya menghafalkan siapa itu La Galigo dan siapa itu Machiavelli, tanpa memahami mengapa nama mereka mesti dihafalkan? Bukankah jauh lebih menarik mendalami dan membandingkan pikiran antara keduanya? La Galigo penulis sastra dari Sulawesi Selatan, hidup sebelum abad ke-14. La Galigo yang pujangga Bugis, hidup kira-kira hampir satu jaman dengan Machiavelli, ahli politik dari Italia.
Dibanding ahli politik Eropa tadi, justru konsep tentang DEMOKRASI telah lebih dahulu dikenal melalui konsep La Galigo, yang hidup di masa kejayaan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan, yaitu kerajaan Luwuk. Manuskrip asli La Galigo sampai saat ini tersimpan di Leiden, Belanda. Tulisan La Galigo ini setebal 6000 halaman, ditulis dalam huruf lontara, aksara yang biasa digunakan suku Bugis, Makassar, Luwu di Sulawesi Selatan. Epik La Galigo disebut-sebut sebagai epik terpanjang di dunia.
La Galigo mencatat bahwa yang tertinggi dalam kekuasaan yaitu adat (hukum), sedangkan penguasa itu hanya pelaksana hukum. Hukum/adat ini menyebabkan seorang anak raja tidak otomatis menjadi raja. Dan memang sistem demokrasi itulah yang diterapkan kerajaan Luwuk di Sulawesi Selatan sejak sebelum abad ke-14. Bandingkan dengan ajaran Machiavelli (di antaranya diterapkan Napoleon), bahwa kekuasaan itu mesti dipertahankan dengan menggunakan dana dan senjata, yang mirip dengan prinsip kediktatoran.
Oh ya, kembali lagi ke topik tentang sekolah Ksatriaan di Bandung tadi. Yaitu sekolah pimpinan Douwes Dekker, tempat Sukarno gagal dan dipecat oleh Belanda menjadi guru. Setelah menjadi presiden RI, Sukarno tidak melupakan jasa Douwes Dekker sebagai salah satu tokoh peletak dasar kebangsaan. Douwes Dekker sempat menjadi menteri dalam kabinet Syahrir, anggota DPA, dan sejarawan di bawah kementerian penerangan. Juga salah seorang anggota delegasi dalam bernegosiasi dengan Belanda. Douwes Dekker juga sempat tinggal serumah dengan Bung Karno.
Sampai akhir hayatnya, Douwes Dekker dipandang oleh Belanda sebagai “pengkhianat”. Karena ia berjuang untuk Indonesia, dan sempat diciduk dan ditahan Belanda tahun 1948. Ia dibebaskan ketika kesehatannya semakin memburuk di penjara dan meninggal tahun 1950. Ia dimakamkan di TMP Cikutra Bandung. Di bawah ini telegram “ucapan selamat ultah” dari Bung Karno pada Douwes Dekker, yang menunjukkan perhatian Bung Karno pada eks “bos”-nya di sekolah Ksatriaan di Bandung, tempat Sukarno pernah mengajar.
Sebagai pimpinan yayasan, dulu Douwes Dekker tidak bisa berbuat apa-apa ketika Bung Karno yang diterimanya sebagai guru di sekolahnya, dipecat oleh pemerintah Belanda. Namun Sukarno tidak lupa ucapannya, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”. Ungkapan Bung Karno yang lain sampai kini tetap dikenang generasi sekarang, yaitu “jas merah” (jangan sekali-sekali melupakan sejarah).
Dan Sukarno memang tidak lupa sejarah, tentang bagaimana jahatnya imperialisme yang telah ratusan tahun menghisap darah rakyat Indonesia. Mengutip kata Willem Oltmans, seorang jurnalis Belanda sahabat Bung Karno.
“Sukarno mati-matian gigih menolak usaha masuknya investor melalui dollar dan yen mereka. Karena ini sama saja mengembalikan imperialisme masa lalu dalam bajunya yang lain. Sedangkan Suharto berbuat sebaliknya. Yaitu Suharto memenuhi keinginan Washington, CIA dan Tokyo.”
Ya, kebanggaan rakyat Indonesia pada gelar Soeharto, masih segar di ingatan, yaitu “Bapak Pembangunan”, tampaknya harus dibayar dengan sangat mahal. Ironisnya, ternyata itu masih diperparah oleh manipulasi, sehingga investasi dan utang luar negeri itu jatuh ke kantong yang tidak semestinya. Yang jelas, tentu bukan kantong rakyat kecil.
Alih-alih menikmati uang pinjaman itu. Pembayaran utang tadi justru dibebankan ke pundak rakyat, yang sebagian besar masih kembang kempis mengatasi kemiskinan. Utang itu hingga kini menjadi belitan tiada akhir, dan yang kena dampaknya adalah rakyat kecil. Yang kaya semakin kaya. Yang miskin, semakin miskin.
Pelajaran sejarah masa lalu tampaknya masih diabaikan. Imperialisme ternyata kembali lagi dengan gaya baru, yang menaklukkan dengan utang mencekik. Sang pemberi utang secara terang-terangan di depan mata, menjarah harta Indonesia yang ada di bawah tanah. Dengan “jasa” mereka melalui investasi dan utang yang ditanamkan di bumi Indonesia, adakah yang masih bisa berkutik? Apa boleh buat.

Baca juga : Lampu Teplok Hingga Token 


Walentina Waluyanti – Nederland
*) Dirangkum dari berbagai sumber

Selanjutnya »

Rabu, 10 Oktober 2012

Lampu Teplok Hingga Token Listrik


Walau masa itu sudah lama berlalu, namun masih jelas dalam ingatanku. Di bawah sinar lampu teplok aku, kakak dan dua orang adikku, belajar bersama sambil tengkurap. Kala itu listrik belum masuk ke desa kami. Bila malam menjelang, maka lampu strongkeng adalah andalan kami sekeluarga, di tambah lampu teplok. Di bawah sinar lampu teplok inilah kami beradik kakak berusaha meraih mimpi sebagai pelajar kala itu. Menonton TV hanya seminggu sekali. Itupun numpang ke rumah tetangga. Seiring berjalan waktu, perlahan namun pasti listrik masuk ke desa kami. Desa kami menjadi terang, keluarga dan warga di desa kami menjadi senang. Tidak lama setelah adanya listrik di rumah kami, ibu membeli sebuah TV. Dengan sendirinya kami bisa mendapat informasi baik dari dalam negeri maupun informasi dari luar melalui berita yang ditayangkan di TV. Semua berkat PLN sebagai satu-satunya perusahaan yang menggawangi listrik nasional.

Masih teringat olehku saat itu daya di rumah kami adalah 450 va. Sebuah daya standar kala itu untuk rumah tangga. Tahun-tahun berikutnya PLN menaikkan daya 900 va sampai akhirnya menjadi 1300 va. Semua itu didasarkan pada kebutuhan pemakaian listrik yang terus meningkat di masyarakat. Semakin berkembangnya peradaban manusia dan teknologi yang semakin canggih PLN terus berbenah diri. Ini bisa dilihat dengan produk keluaran baru PLN yaitu listrik pra bayar atau yang lebih popluer di masyarakat pulsa listrik nama lain dari token listrik. Apapun namanya saya lebih suka menyebutnya dengan token, lebih singkat dan mudah diingat.


Berbagai tanggapan lahir di masyarakat saat peluncuran produk token listrik. Ada yang bilang lebih boros dan ada juga yang bilang lebih hemat. Penasaran dengan token listrik saya berusaha mencari informasinya, untuk apa sebenarnya token listrik dihadirkan ke masyarakat?.


Ternyata token listrik adalah produk mutakhir dari PLN. Cara kerjanya hampir sama dengan pulsa. Semakin banyak kita menelpon otomatis banyak pula pulsa yang dipakai, kalau penggunaan telpon seperlunya maka pulsanya bisa lebih hemat. Semua dipulangkan kepada pelanggan sendiri. Berdasarkan falsafah demikian, maka diharapkan masyarakat dapat menghemat pemakaian listriknya sendiri. Pembelian pulsanya mulai dari 20.000, 30000, 40000, 50000 sampai seterusnya sesuai kemampuan keuangan pelanggan. Hal lain yang bisa kita lihat dari token listrik adalah tidak ada lagi pelanggan yang menunggak pembayaran listriknya sampai berbulan-bulan. Suatu teroboson moral yang patut di puji ditengah-tengah kehidupan yang serba sulit seperti sekarang ini.


Dilihat dari perjalanan PLN selama ini, jelas sudah mengalami banyak kemajuan. Itu saya simpulkan dari yang saya alami sendiri. Saat saya sekeluarga menggunakan lampu teplok hingga keluarnya produk mutakhir PLN yaitu listrik prabayar. Itu adalah kemajuan yang sangat pesat menurut saya. Menjelang usianya yang ke 67, PLN dengan upayanya membangun listrik untuk rakyat telah banyak berkiprah di bumi nusantara ini. Mulai dari memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi, memberikan bantuan kredit untuk UKM, menciptakan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Semua di lakukan PLN  demi Negara Indonesia tercinta dan bentuk pengabdiannya untuk rakyat. 


Terlepas dari itu semua, tentu ada kelemahan dan kekurangan dibalik prestasi yang telah diraih PLN. Hal itu bisa kita lihat dari adanya desa-desa terpencil atau pulau-pulau dekat perbatasan yang belum menikmati aliran listrik sama sekali. Kenaikan tarif dasar listrik yang banyak menuai pro dan kontra. Masih adanya pencurian arus listrik. Listrik mati mendadak yang bisa menyebabkan alat elektronik semisal TV, kulkas, dan alat elektronik lainnya rusak. Disamping itu ada juga kebakaran yang disebabkan oleh arus pendek listrik.


Sebagai warga negara Indonesia yang sudah tentu menjadi pelanggan PLN saya berharap perhatikan juga saudara saya yang belum merasakan aliran listrik dirumahnya. Mereka juga punya mimpi dan cita-cita untuk membangun negeri ini. Sama seperti saya yang dulu pernah belajar di bawah sinar lampu teplok sangat mendambakan kehadiran listrik. Hal ini dapat kita temui pada Warga Kecamatan Pulau Laut  Kabupaten Natuna Kepulauan Riau yang sudah tiga tahun tidak menikmati aliran listrik. Ini salah satu contoh dari sekian banyak contoh lainnya. 


Mengenai kenaikan tarif dasar listrik, sebaiknya PLN mempertimbangkannya dengan sangat matang. Karena kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) ini sangat besar dampaknya bagi sektor yang lain. Di bidang perdagangan misalnya, dengan naiknya TDL otomatis biaya produksi juga naik. Ini bisa berimbas kepada pemutusan kerja pada karyawan yang pada akhirnya pengangguran bertambah.


Kemudian hal yang harus disadari PLN adalah mengenai token listrik yang berbasis pada teknologi. Kita semua tahu teknologi setiap waktu selalu mengalami perkembangan. Seperti halnya listrik pasca bayar, token tentu mempunyai kelemahan. Kalau pada listrik pra bayar, pada stand meterannya akan terlihat berapa besar arus yang kita pakai. Sedangkan pada token listrik ada itemnya total KWH. Misalnya seseorang membeli token listrik seharga Rp. 20.000, dengan total KWH : 75,05. Karena bisa dimainkan maka total KWHnya di rubah menjadi 80,00 dengan harga Rp. 23.000. Kalau ini terjadi yang menderita kerugian adalah PLN sendiri. Untuk menghindari hal yang demikian, tentunya PLN sudah memikirkannya sebelum produk token listrik diluncurkan ke tengah masyarakat. Dalam hal ini saya sebagai rakyat Indonesia hanya mengingatkan supaya PLN tetap bersih dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.



Sumber : 
http://www.pln.co.id/ntb/?p=108
http://www.pab-indonesia.com/kepri-time.html?start=15
Selanjutnya »

Senin, 01 Oktober 2012

Merawat Komputer


Hallo sobat, apa kabarmu hari ini. Sudah lama ya kita nggak ketemu. Semoga baik-baik saja dan selalu dalam limpahan keberkahan-Nya, aamiin. Kali ini saya ingin bercerita tentang perawatan kompi (komputer) yang saya alami sendiri. Baru-baru ini saya menginstal ulang kompi. Sebelum menginstal saya non aktifkan dulu defreez nya, kemudian saya restart. Setelah di restart windowsnya tak muncul-muncul. Lama menunggu akhirnya kompi (komputer) saya matikan dan saya tidak tahu apakah defreeznya sudah non aktif atau belum.

Pertama saya bersihkan PC dari debu yang melekat. Wah ternyata debunya banyak minta ampuun. Setelah bersih, Saya hidupkan kembali kompi, masih sama (windowsnya tidak muncul). Hati mulai bertanya-tanya, ada apa gerangan.




Ahh, mungkin kena virus. jadi langsung saya install ulang saja, tanpa ba bi bu. Dalam menginstal ternyata filenya ada yang tidak bisa di copy, tapi pantang mundur saya teruskan menginstal. Alhasil, install windows sukses tak sempurna, lanjut install office sukses, begitupun dengan aplikasi lainnya. Nah pas mau memasukkan ip adrees, my network place kosong kalau di klik dan kompi dengan sempurna tidak nyambung ke internet. Wah masalah baru muncul. 

Saya lihat device manager ternyata banyak warna kuning bertanda serunya. Untuk anda yang belum kenal dengan device manager mari saya kenalkan, caranya : 

-      
Klik kanan my komputer pada desktop
 
Pillih properties

Muncul tab system properties
-
Klik tab hadware
-
Klik device manager

Pada tab ini, kalau ada file-file yang kurang biasanya akan ditandai dengan warna kuning bertanda seru.

Untuk melengkapinya saya update dengan memasukkan cd driver yang diperlukan. 
caranya : 

-      
Klik kanan icon yang ada tanda serunya
 
Pilih update driver

Sukses, tinggal adapter controller. Saya update seperti tadi. Jalan updatenya, tapi setelah lama menunggu tidak ada tanda-tanda mau selesai. Tidak ada juga perintah untuk mengganti cd atau men-cancelnya. Saya tunggu 1 jam lebih tidak ada juga ada hasil. Alhasil saya bosan, putuskan saja hubungan dengan kompi hehee kayak orang pacaran. 

Masih penasaran, saya cabut lan cardnya, kemudian memindahkan ke kompi tetangga. Ternyata pada kompi tetangga koneksi lancar dan aman. Kesimpulan lancardnya masih bagus. Lalu mengapa……….

Saya pasang lagi dan ulang install. Kali ini menggunakan cd kawan sekaligus guru saya (dia yang mengenalkan saya dengan kompi dan cara menginstal secara tidak langsung) hasil tetap sama alias nihil. Saya benar-benar bosan bercampur marah juga pasrah tapi tak rela. 
Saya diamkan beberapa hari, biar tahu rasa kompinya. Meranalah engkau dan aku menanggung rindu huhu tak bisa ol. 
Setelah bertapa beberapa hari, dengan kekuatan baru saya buka kembali kompi. Setengah yakin, Saya cek kabel beberapa bagian, lalu saya pasang kembali termasuk lancardnya.  Eee tak disangka tak dinyana langsung meluncur dengan mulus. Bertemu kembali dengan mbah google alias koneksinya langsung nyambung. Itu ceritaku mana ceritamu. 


Kesimpulan :

Untuk saudaraku yang suka otak atik komputer, kalau ada kendala jangan cepat menyerah. Usahakan dulu semaksimal kemampuan yang ada sebelum jasa servis diperlukan.
Demikian, semoga bermanfaat. 


Selanjutnya »

Sabtu, 04 Agustus 2012

Belajar Menulis Puisi


Hai sahabatku sekalian, pada postingan kali ini saya ingin bercerita tentang menulis puisi. Puisi lahir dari perasaan jiwa atau "Puisi adalah bahasa jiwa", ini menurut saya sob. Mengapa saya sebut demikian, karena menurut saya puisi itu lahir dari apa yang kita lihat, dengar, rasakan, dari pengalaman pribadi yang dituangkan menurut imajinasi dan melahirkan kata-kata indah yang lahir dari dalam jiwa seseorang. 

Dibawah ini ada beberapa puisi yang saya buat sendiri. 

Hening 

Hening yang selalu dinanti
Dalam terang maupun kelam
hening yang merenung tentang diri, alam,
mencurahkan dalam kisah keseharian

Hening
Tempat yang damai untuk
menumpahkan segala rasa
Menjadi sejuk,
begitu nyaman

Tak terasa bulir air mata menetes
mengingat kekerdilan diri dihadapan-Mu
sang khalik pencipta alam mayapada
Di atas sajadah ini,
ku ingin mengurai dosa pada-Mu
Izinkan hamba penuh dosa ini memanggil-Mu

Malam ini........
Terimalah sembah sujud hamba
Bisikkan pada malam-Mu
ada hamba yang rindu pada malam hening-Mu
Untuk menyembah kebesaran-Mu, amin


Lembah Damai & Dalam Dekapan Cinta-Nya (JIPN), Juni 2012

Puisi ini pernah dilombakan dengan tema "Dalam Dekapan Cinta-Nya" yang diselenggarakan oleh JIPN. Dari ratusan peserta alhamdulillah puisi saya belum masuk kategori. Namun saya tetap bangga sob. Sebagai penulis pemula dan baru mengikuti lomba ada perasaan senang yang mengalir dalam diri. Puisi saya yang selama ini terbuang entah kemana sekurang-kurangnya telah dibaca oleh Panitia Lomba hehee. 

Saya menyadari puisi saya belumlah sempurna masih banyak cacatnya. Dengan ikutan lomba saya bisa mengambil pelajaran dan mengetahui sampai dimana kemampuan saya dalam hal menulis puisi sambil memompa semangat untuk menulis puisi dan mengikuti lomba lagi sampai menang. 

Harus optimis, selalu itu yang senior bilang kepada saya. Sebab keberhasilan tidak akan tercapai tanpa ada niat yang baik, kerja keras dan selalu berdo'a pada Sang Khalik alam semesta. Segalanya berawal dari nol. Tidak ada yang langsung besar

Kenangan Lama
Oleh : Fuad Adi vs Niva Yasmin

Melukis harap dalam kanvas angin,
Membelai cemas dalam kerinduan panjang.
Denting gitarmu membelai,
Jiwa terpasung, angan melambung,
Akankah semua sama disana.

Meneguk purnama menghiasi sang malam,
Berburu kerelaan dalam keikhlasan.
Pucuk-pucuk cemara bermandikan cahaya,
Embun menawarkan sejuta sejuknya,

Melafaskan arus mimpi diri,
Dalam ladang harap terucap.
Zikirnya menguak mega-mega.
Datanglah sebelum sesal menghujat, mengabur.

Menadah kehilangan arah kompas,
Serpihan purba sulam menyulam
Tafakur di liang perih duka,
Memunggah sejarah kenangan lama.

Nah puisi ini adalah kolaborasi saya dengan Niva Yasmin, seorang sahabat yang sama-sama sedang membangun kerajaan puisi masing-masing. Puisi ini belum pernah di publikasikan, mudah-mudahan saja kalau dia membaca puisi ini tidak marah kepada saya.

Di sini saya ingin mengatakan bahwa dalam hal menciptakan puisi tidak mesti sendiri, tapi bisa juga kerjasama dengan orang lain. Saat ini kami berdua tergabung dalam sebuah wadah yang diberi nama Writing Revolution (WR) Pimpinan Joni Lis Efendi. Sebuah wadah yang secara online di alam maya untuk melahirkan penulis-penulis handal.

Jika ada pembaca yang mengerti tentang dunia kepenulisan nyasar ke blog ini tolong diberi masukannya bagaimana menulis puisi yang baik, dan puisi ini dimana letak kelemahannya, mohon koreksinya. Selebihnya semoga Sang Maha Penyayang memberi pahala kepada saudara, amin. 

Nah untuk sahabatku yang senang dengan puisi atau senang menulis cerpen dan masih mencari sandaran berpijak, lebih baik anda bergabung bersama kami. Karena di sini semua tersedia sob, mulai dari konsultasi puisi, lomba puisi dan cerpen. Selanjutnya bagaimana kita memanfaatkan fasilitas yang dengan sebaik-baiknya.

Demikian, semoga bermanfaat.    

Selanjutnya »

Rabu, 25 Juli 2012

Mari Menulis




Menulis adalah perbuatan yang mulia. Dengan menulis kita bebas mengekpresikan diri kita lewat tulisan. Menulis tidak mengenal bawahan, atasan bahkan kata pensiun. Menulislah tentang apa saja, asal jangan engkau jadikan kepandaian menulis mengenai hal-hal yang tidak berguna, misal menulis yang berbau porno. Itu hanya akan membawamu ke jalan yang tidak benar. Tidak saja merugikan diri sipenulis tetapi juga akan membuat si pembaca berdosa.

Beberapa manfaat dari menulis :

1.
2.
3.
4. 
Membuka alam pikiran, ide-ide  
Menambah wawasan
Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan
Dsb

Dengan menulis hari anda akan lebih bermanfaat. Menulis yang paling sederhana adalah menulis di buku diary. Eit tunggu dulu!, jangan sepelekan diary. Dari menulis diary seseorang bisa menjadi penulis terkenal. Kok bisa? Seseorang yang terbiasa menulis di diary, maka lama kelamaan tulisannya terkumpul. Bentuk tulisan dalam diary ini bisa berupa puisi atau cerpen. Tinggal dikirim ke koran-koran atau majalah. Kalau beruntung puisi atau cerpenmu dimuat, namamu akan dilihat di seantero dunia dan kamu dapat honor (tulisanmu menjadi duit).

Macam-macam penulisan
Berikut ini adalah beberapa dari bentuk penulisan :

1.
2.
3.
 
Opini  
Cerpen / Puisi
Buku


Menulis Opini
Opini adalah pendapat seseorang tentang sesuatu masalah yang sedang hangat dibicarakan dimasyarakat. Opini yang bagus disertai dengan argumen dan deskripsi mengenai fakta yang sedang terjadi, digambarkan dengan jelas padat dan singkat.

Menulis Cerpen / Puisi
Kedua jenis tulisan ini sama-sama mengolah kata-kata. Seorang cerpenis yang sudah mahir bisa membuat pembacanya tidak bosan membaca tulisannya. Membuat sebuah cerpen atau puisi berhubungan dengan otak kanan. Kalau anda senang menulis berarti anda tengah melatih peranan otak kanan anda yang pada akhirnya melahirkan ide-ide cemerlang.

Demikian juga dengan menulis puisi. Puisi bisa lahir dari apa yang kita alami, kita lihat, dan apa yang kita rasakan. Seorang penulis puisi bagaikan kata-kata berjalan atau kamus kata-kata. Dia mempunyai kata-kata indah, segar dan enak didengar.

Menulis Buku
Dari semua bentuk penulisan, menulis bukulah yang paling sulit. Itu kesimpulan ane bro. Karena menulis sebuah buku diperlukan ide-ide kreatif,  disamping daftar kepustakaan, juga bahasa yang digunakan agar sipembaca kelak tidak bosan membacanya. Tapi disinilah tantangannya. Seorang yang sudah biasa menulis cerpen atau novel misalnya, akan tertantang untuk menerbitkan sebuah buku. Buku adalah tolak ukur kepiawaian seorang penulis. Karena seorang penulis akan ditanya sudah berapa buku yang diterbitkan oleh tangan ajaibnya, bukan berapa kali ia sudah memenangi lomba tulis-menulis.

Nah saudaraku yang masih awam seperti diriku yuk mulai menulis, menjangkau cakrawala, menuangkan ide-idemu dengan merdeka, moga menjadi ibadah.

Salam, semoga bermanfaat.
  
Selanjutnya »

Minggu, 22 Juli 2012

Lomba Cerita Hari Anak Nasional



LOMBA CERITA HARI ANAK NASIONAL 2012
DL: 31 Agustus 2012

Tema: "Aku Melawan Korupsi"

*15 Tulisan Nominator Dibukukan Cetak Nasional

Tujuan:
Akhir-akhir ini sangat menyentak kesadaran kita mengenai fenomena maraknya terungkap kasus korupsi yang melibatkan elit-elit politik, dan lebih mirisnya yang terjerat hukum gara-gara korupsi itu adalah para pemimpin yang seharusnya mereka adalah panutan bagi bangsa ini. Hal ini sangat terkait dengan minimnya pendidikan "bahaya korupsi" dan dampaknya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di bangku sekolah. Sekarang ini sudah ada pendekatan "melawan" korupsi yang dikenalkan pada anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama.

Untuk menunjang program pemerintah mengenai pendidikan antikorupsi sejak dini, kami merasa terpanggil untuk membuat lomba cerita anak yang bertemakan tentang korupsi, bagaimana anak-anak dengan kepolosan dan kejujuran mereka bisa menjadi "alarm" dan pencegahan untuk menghindari tindakan korupsi sekecil apapun itu. Dengan cerita-cerita ini, pesan "melawan" korupsi akan lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak-anak usia SD dan SMP. Sehingga anak-anak bisa menyerap nilai-nilai kejujuran, moral dan agama dari cerita-cerita tersebut.

Kriteria Cerita:
  1. Cerita seputar dunia anak-anak yang berkaitan dengan semangat "melawan korupsi" yang bisa ditumbuhkan sejak usia dini. Tema ini bisa dijadikan menjadi topik-topik sederhana bagaimana seorang anak yang jujur mengembalikan milik orang lain, tidak mengambil punya orang lain, tidak menipu, berbohong dan menanamkan jiwa disiplin supaya tidak sering malas sekolah atau ogah-ogahan menyelesaikan tugas (korupsi waktu), dan cerita-cerita lain yang ada hubungannya dengan "korupsi" dalam lingkup yang lebih luas di dunia anak-anak.
  2. Cerita anak ini berisi tentang pesan-pesan moral, kejujuran, kedisiplinan, ketaatan pada ajaran agama yang melarang melakukan korupsi atau tindakan yang bisa menjadi kebiasaan orang melakukan korupsi.
  3. Tokoh utamanya adalah anak-anak (usia 6-15 tahun).
  4. Menggunakan bahasa yang sederhana, lugas, cara bercerita yang mengalir, pesan yang disampaikan mudah dipahami anak-anak.
  5. Tidak menggunakan bahasa-bahasa vulgar, asusila, SARA dan kata-kata yang tidak pantas dibaca anak-anak.
  6. Panitia bisa menganulir naskah yang tidak sesuai dengan kriteria cerita yang kami inginkan di atas.

Syarat Penulisan:
  1. Terbuka untuk umum dan Writing Revolution, gratis.
  2. Maksimal mengirimkan 2 tulisan.
  3. Panjang tulisan 3-5 hlm, spasi 2, New Time Roman font 12, margin 3 cm atau 1,18 inchi semua sisi.
  4. Naskah dikirimkan dalam format LAMPIRKAN FILE (Attach File) ke email:antologi_wr@yahoo.co.id
  5. Tulis judul email: Lomba Cerita Anak
  6. Diharapkan mempublikasikan informasi lomba ini di note FB (minimal tag 30 teman) atau Blog.

Hadiah:
  • Juara I: Uang tunai Rp 300.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • Juara II: Uang tunai Rp 200.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • Juara III: Uang tunai Rp 100.000,- (ditambah 3 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • 3 Juara Harapan mendapat beasiswa Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO) Writing Revolution (ditambah 1 buku bukti terbit + e-sertifikat).
  • Setiap nominator mendapatkan buku 1 bukti terbit + e-sertifikat.

Sistem Penerbitan Buku:
  • 15 tulisan terpilih sebagai nominator akan dibukukan, cetak nasional, masuk Gramedia, Togamas, Gunung Agung, dll.
  • Setiap kontributor mendapatkan royalti dan buku bukti terbit.
  • Buku diterbitkan Oktober

Sponsor:
  • Penerbit Writing Revolution (WritingRevo Publishing).
  • Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO), info lebih lengkap silakan klik: http://writing-revolution.blogspot.com/

Pengumuman: 15 September 2012

Kontak Panitia:
Telp. 0274-8593096
Hotline. 085763208009
E-Mail: antologi_wr@yahoo.co.id

Selanjutnya »

Rabu, 06 Juni 2012

Ulang Tahun dan Umur



Mungkin diantara kita sebentar lagi ada yang mau ulang tahun. Apa yang akan dilakukan, dimana? Pertanyaan ini sering kita dengar di tengah-tengah masyarakat sekarang, baik di desa apalagi di kota. Baik itu orang islam maupun non muslim.

Kebiasaan merayakan hari kelahiran seakan sudah lumrah dilakukan. Misalnya dengan mengadakan pesta kecil-kecilan, dengan memotong kue, menyalakan lilin, dan sebagainya yang di adakan pas di hari ketika tanggal dimana kita dilahirkan.

Saya sendiri pernah menghadiri pesta ulang tahun seorang kawan. Acaranya sederhana saja. kita berkumpul dalam suatu rumah kos. Lalu seseorang diantara kita membacakan susunan acara. Satu persatu-satu tampil kedepan sesuai dengan skenario acara. Ada yang berbalas pantun, membacakan puisi dan lain sebagainya. Di penghujung acara tampillah sang bintang (yang ulang tahun) kedepan. Kebetulan pacarnya juga hadir, jadi ia ikut tampil ke depan setelah di teriakan para tamu.

Pada acara puncaknya inilah sesuatu banget. Pertama saling suapian kue, lalu ada yang nyuruh cipiki-cipika. Wah ini kan sudah mulai melenceng. Adegan ini kan seharusnya bukan didepan umum. Walaupun yang hadir rata-rata adalah yang sudah saling kenal semua. Saya sendiri datang karena penasaran seperti apa pesta acara ulang tahun. Maklum wong deso jadi tidak pernah merayakan ulang tahun. Karena penasaranlah saya hadir di tempat kawan yang ulang tadi. Setelah acara, kami makan bersama, lalu para tamu mengucapkan selamat ulang tahun, semoga tercapai cita-citanya, panjang umur.

Pada saat itu tidak ada perasaan apa-apa yang terlontar dalam benak pikiran saya. Saya hanya menikmati acaranya dan berkata dalam hati “Begini to yang namanya acara ulang tahun kelahiran”.

Seiring berjalan waktu, umur saya pun bertambah, dan sedikit banyaknya pengalaman hiduppun bertambah. Dari pengalaman hidup ini sebenarnya kita bisa mengambil suatu pelajaran. Dapat menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sesuai dengan agama dan mana yang tidak sesuai dengan agama.

Begitupun dengan umur yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi Umur. Bukankah umur kita berkurang dari tahun ke tahun? Misalkan kita diberi umur 60 tahun, kalau kita sudah menjalani hidup sebanyak 30 tahun bukankah sisa umur kita tinggal 30 tahun lagi?. Kita tidak pernah tahu berapa lama kita dibolehkan oleh sang Maha Pencipta untuk mengarungi dunianya ini bersama umur yang ada pada kita.

Setiap kita mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap umur yang kita pergunakan di dunia. Sebab apa yang kita lakukan di dunia akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Alangkah lebih baiknya kita koreksi diri mengenai umur yang telah kita pergunakan. Misalkan tahun kemarin kita menggunakan umur kita kepada hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Tahun kemarin kita sering berbuat salah, misalnya sering mabuk-mabukan, hura-hura tak menentu, atau kita sering melawan orang tua.

Untuk tahun ini dan tahun akan datang, jadikanlah momentum ulang tahun kita sebagai tonggak agar umur yang kita gunakan lebih bermakna, contoh kalau sering melawan orang tua, minta maaflah pada orang tua kita, agar umur yang kita gunakan jadi lebih baik dari hari ke hari.

Dalam hal ini penulis bukanlah orang alim yang terhindar dari dosa. Penulis bukanlah orang baik-baik, tapi berusaha untuk baik. Penulis sengaja menulis ini sekaligus untuk pembelajaran buat penulis sendiri. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini mengingatkan selalu penulis akan makna pemakaian umur yang sesungguhnya.

Merenung sejenak di hari ketika kita dilahirkan, di malam ketika pergantian tanggal, malam sunyi yang hening. Mengenang kisah perjalanan waktu yang kita pakai selama setahun, atau  tahun-tahun sebelumnya, baik itu yang baik maupun yang jelek. Telusurilah dosa-dosa yang telah diperbuat, kemudian ambil pelajaran darinya.

Lakukanlah shalat sunat dua rakaat, mengadulah kepada Tuhan Sang Maha Khalik semua keinginanmu, ceritakan kepada-Nya tentang dirimu, apa yang sedang terjadi pada dirimu, resapilah apa yang engkau rasakan saat berbicara dengan Tuhan Allah Sang Maha Pemurah dan Penyayang.

Lakukanlah dengan sungguh-sungguh, dan ingatlah dalam surat ADZ DZAARIYAAT (51) ayat 56, Allah SWT berfirman :

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.


Demikian, semoga bermanfaat 
Selanjutnya »

Senin, 04 Juni 2012

Mengembalikan Barang Temuan



Kisah di bawah ini adalah kisah nyata yang penulis ceritakan kembali berdasarkan penuturan langsung dari orang yang mengalami kejadian ini. Nama dan tempat sengaja penulis samarkan, karena kisah ini penulis tulis tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Penulis tertarik dengan kisah tersebut karena ada pelajaran berharga didalamnya. Pelajaran tentang keikhlasan dan kejujuran, hal berharga yang sudah mulai dilupakan orang di zaman sekarang.
 
Namanya Pak T, demikian  penulis memanggilnya. Pak T adalah seorang arsitek sekaligus pengajar di salah satu perguruan tinggi  teknik dan desain ternama di Kota B.

 Yang ingin penulis ceritakan ini adalah pengalaman pribadinya.

+++++++++++++++++++++++

Pada bulan Mei yang lalu Pak T mengadakan perjalanan dari Kota B ke Kota P, tempat ia sedang melaksanakan tugasnya untuk mengawasi pekerjaan rumah hasil desainnya. Oleh karena tidak ada penerbangan langsung dari Kota B ke Kota P, maka pesawat yang ditumpangi Pak T harus transit di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Sebelum berangkat rupanya Pak T ingin buang air kecil. Kemudian dia pergi kekamar kecil. Setelah selesai ia keluar namun tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. Ia menemukan sebuah HP Samsung Galaxy Tab 7,7. Wow tentunya HP yang mahal, siapa yang buang-buang HP seenaknya pikir Pak T. Tapi  karena ini bukan miliknya, Pak T berniat hendak mengembalikan HP tersebut. Tetapi ia tidak tahu harus mengembalikan kemana dan kepada siapa. Terniat olehnya untuk mengembalikan ke Security bandara, tapi niat itu ia urungkan karena ia harus segera naik pesawat.  Akhirnya dibawanya HP itu ke kota P tempat ia sedang bertugas.

Di kota P, Pak T hanya menyimpan barang temuannya mengingat HP tersebut mati karena low baterai dan untuk mengecasnya pun ia tidak memiliki alatnya.

Setelah seminggu, ia kembali ke kota asalnya, kota B. Pak T langsung mengecas HP tersebut. Setelah di cas, Pak T sedikit membuka menu-menu yang ada dalam HP tersebut. 

“Wah ini HP yang hebat”, begitu batinnya berucap. 

Hatinya mulai di tumbuhi rasa ragu-ragu antara mengembalikan atau tidak. Malam hari ia bermimpi.  Pak T didatangi seorang perempuan yang mengatakan bahwa dialah pemilik HP tersebut. Pak T terkejut dan terbangun dari tidur. 

“Aneh, kok datang mimpi kepada saya?”, ucapnya dalam hati.

Keesokan harinya Pak T menghubungi salah satu nomor yang ada di HP tersebut.
“Nggak usah aja HPnya dikembalikan, yang penting data-data yang ada di dalam HP saya anda kembalikan”, begitu suara yang didengar Pak T sebelum ia sempat berbicara.

Pak T  terkejut. Tidak menyangka akan mendengarkan kalimat seperti itu.

“Menjawab salam nggak, selamat siang kek, selamat sore, atau ini siapa ya!. Malah dengan suara yang keras berkata dengan tidak sopan”, gumam Pak T dalam hati. Tetapi Pak T tetap sabar.  

Dengan tenang Pak T menjawab “Ibu, saya orang baik-baik, saya bermaksud mengembalikan HP Ibu”.

Mendengar kata-kata yang penuh kelembutan, barulah suara Ibu tadi melunak.
“O ya, maaf, kalau saya salah omong”. “Nggak apa-apa, biasa saja Bu”, jawab Pak T.

Dalam hati Pak T berpikir, apa benar orang ini yang punya HP, atau malah ia menelpon ke orang yang salah. Berpikir demikian, Pak T mengajukan pertanyaan seputar HP.

“Apa merek HP ibu? “Apa warnanya?”

Di jawab oleh Ibu tadi.

“Merek HP saya Samsung Galaxy Tab 7,7, warna biru, saya beli dengan harga Rp. 7.500.000”. Waktu kejadian suami saya yang memakai HP saya, waktu di bandara Soekarno-Hatta, ia ke kamar kecil, ternyata tertinggal disana”.      

Demikianlah, sebagian dari percakapan antara yang punya HP dan Pak T. Singkat cerita, akhirnya Pak T mengembalikan HP tersebut dengan cara mengirimkannya melalui jasa pengiriman paket, dan Ibu tersebut memberi uang Rp. 500.000 kepada Pak T sebagai balas jasa.

Dari kisah nyata ini, kesimpulan berharga yang dapat penulis dapatkan adalah :

1.               1.

2.    

3.    
4.    
Kalau kita menemukan sesuatu, apapun bentuk barangnya kembalikanlah pada yang punya
Pupuklah selalu rasa ikhlas, rasa ikhlas akan menimbulkan rasa tenang dalam menjalani hidup
Berkatalah selalu jujur. Jujur adalah salah satu sifat dari Nabi Muhammad SAW.
Belajarlah mengendalikan amarah

Bagi anda yang penasaran dengan HP Samsung Galaxy Tab 7,7 klik disini 

Demikian, semoga bermanfaat. 
Selanjutnya »

Jumat, 25 Mei 2012

Remisi 5 Tahun Untuk Corby



Tahun 2004, Schapelle Corby, warga negara Australia dinyatakan bersalah dan di hukum penjara selama 20 tahun di LP Kerobokan, Bali. Corby di hukum karena kedapatan membawa 4,1 Kg ganja. Corby, 34 tahun adalah mantan model pakaian dalam di Australia.  

Seiring berjalannya waktu, remisi demi remisi diterima oleh Corby dan puncaknya adalah pada tahun 2012. Dimana pada tanggal 15 Mei 2102, Pengadilan Negeri Denpasar telah menerima informasi resmi bahwa Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengabulkan permohonan remisi 5 tahun untuk Corby.  

Pemberian remisi 5 tahun oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono inilah yang menuai kontroversi, ditambah kutipan Kemenkumham yang mengatakan “Kasus narkotika yang menjerat Corby hanyalah kasus kepemilikan ganja bukan heroin”.

Tentu kita semua bertanya-tanya apa maksud dibalik semua ini? Ironis memang, ditengah kita gencar-gencarnya memberangus kejahatan di bidang narkoba, malah petinggi di negeri ini menyepelekannya.


Kalau alasannya untuk memberi keringanan kepada warga negara kita yang melakukan kesalahan  di luar negeri, apakah tidak baik sebaliknya. Maksudnya, andai warga negara kita memang melakukan kesalahan di luar negeri dan setelah kita perjuangkan dengan semaksimal mungkin dan segala  kemampuan yang ada telah dikerahkan untuk bisa meringankan hukuman mereka tetapi mereka (pihak luar negeri) tidak berkenan dan tetap menegakkan hukum mereka harus dan terpaksa kita terima walau dengan berat hati. 


Begitupun dengan warga mereka (pihak luar negeri) yang mendapat hukuman di negara kita, harus menghargai hukum yang berlaku di negara ini. Apapun itu bentuk kejahatan mereka kita harus menegakkan keadilan di negeri ini tidak boleh ada intimidasi dan diskriminasi. Karena ini adalah kejahatan yang bisa merembes kepada generasi kita. Inilah yang harus dipertimbangkan oleh para petinggi negeri ini.  Negeri ini diperuntukkan adalah untuk generasi berikutnya bukan hanya untuk generasi sekarang atau generasi lainnya. Kalau ini bisa dijalankan dengan baik, maka dengan sendirinya warga negara asing akan menghargai hukum kita dengan kesadaran mereka. Artinya lagi kita saling menghargai hukum masing-masing negara, yang salah tetap di hukum dan yang benar dibebaskan dari segala tuntutan. 

Bukan sebaliknya. Kalau kita simak dengan seksama kata-kata Kemenkumham, Amir Syamsuddin, dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia tidak serius dalam memberantas narkotika dan obat-obatan terlarang. Karena ada diskriminatif di sini. Untuk sabu, heroin dll baru hukum ditegakkan tapi untuk kasus ganja ada pertimbangan lain. Kalau ini dibiarkan saja bisa-bisa masalah pemakaian ganja di Indonesia menjadi biasa saja. semua orang boleh memakai ganja, karena Kemenkumham membolehkan. Jangan sampai generasi kita beranggapan demikian.  

Padahal semua orang tahu bahwa ganja atau mariyuana adalah salah satu jenis narkotika. Narkotika apapun jenisnya adalah sesuatu dimana kandungan zatnya dapat merusak kesehatan manusia. Jelas setiap yang masuk ke dalam kelompok ini harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku, bukan mengatakan ini hanyalah kasus ganja.

Entah disengaja atau karena salah omong, seharusnya orang seperti Bapak Kemenkumham berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu didepan publik atau masyarakat. Kalau tidak ada yang akan disampaikan lebih baik diam. Bukankah itu anjuran nabi Muhammad SAW.

Demikian, semoga bermanfaat!









Selanjutnya »

Selasa, 08 Mei 2012

Sungguh Elok Negeriku


Gemericik air terdengar lirih
Angin berhembus sepoi dari puncak bukit
menuruni lembah menambah sejuk suasana pagi
embun di dedaunan bergoyang
seakan mengucapkan selamat pagi pada semua

matahari mengintip di celah kabut
di bawah pancuran anak-anak mandi sambil tertawa riang
segerombolan burung bernyanyi riang
suasana yang indah
dikampung yang damai

Merapi dan Singgalang selalu menjaga
berdiri gagah, tegar dan sangat mempesona
ditaburi awan di puncaknya bagai mahkota para raja
sungguh elok negeriku

Hamparan sawah di kiri kanan jalan
sungai mengalir dengan tenang
anak-anak berlarian ke sekolah
senyum ramah penduduk kala menyapa
sungguh elok negeriku
aku rindu ..............

Imajinasi Pagi, 8 Mei' 2012



Selanjutnya »