Kamis, 23 Februari 2012

Kabupaten Padang Pariaman - SUMBAR


Sejarah Awal
Pada mulanya Kabupaten Padang-Pariaman bernama Kabupaten Samudera dengan ibukota Pariaman, yang meliputi daerah kewedanan  Air Bangis, Pariaman, Lubuk Alung, Padang Luar-Kota, Mentawai dan Nagari-Nagari Tiku, Sasak dan Katiagan. Kabupaten Samudera ini terdiri dari 17 wilayah (gabungan nagari-nagari) (Peraturan Komisaris Pemerintah di Sumatera No 81/Kom/U/1948 tentang Pembagian Kabupaten di Sumatera Tengah yang terdiri dari 11 Kabupaten)

Kabupaten Padang Pariaman dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956 tentang Pembentukan Daerah otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah, dimanana Propinsi Sumatera tengah dibentuk menjadi 14 Kabupaten, yang salah satunya adalah Kabupaten Padang/Pariaman dengan batas-batas sebagai yang dimaksud dalam pasal 1 dari Surat Ketetapan Gubernur Militer Sumatera Tengah tanggal 9 Nopember 1949 No. 10/G.M/S.T.G./49, dikurangi dengan daerah Kampung-Kampung Ulak Karang, Gunung Pangilun, Marapalam, Teluk Bajur, Seberang Padang dan Air Manis dari kewedanaan Padang Kota yang telah dimasukkan kedalam daerah Kota Padang, sebagai dimaksud dalam Surat ketetapan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah Tanggal 15 Agustus 1950 No. 65/G.P./50 Bupati Padang Pariaman semasa Agresi Milter Belanda Tahun 1948 adalah Mr. BA. Murad.

Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) DPRD No. 05/KEP.D/DPRD 2008 dan SK Bupati No. 02/KEP/BPP/2008, tertanggal 2 Juli 2008, ibu kota kabupaten ini dipindahkan dari Kota Pariaman ke kenagarian Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung. Sedangkan Kota Pariaman menjadi Kotamadya dengan kantornya tetap di Pariaman. Saat ini sebagai Bupati Kabupaten Padang Pariaman adalah Drs. H. Ali Mukhni dan wakilnya  (2010 - 2015). Lihat Biografi Drs. Ali Mukhni dan Biografi Drs.H.Damsuar,MM DT.Bandaro Putiah 

Lambang dan Artinya

Lambang Daerah Kabupaten Padang Pariaman berbentuk perisai bersegi lima, diatas dasar hijau yang dihiasi dengan :
·       Didalamnya/ditengah-tengah, berdiri sebuah Balairung Adat Bergonjong Lima yang beratap Ijuk (hitam) berdinding hitam.
·       Disamping kiri dan kanan Balirung Adat, terdapat dua batang pohon kelapa berwarna hijau yang mempunyai pelapah lima belas buah Disebelah bawah Balairung Adat, terdapat dua jalur warna biru bergelombang, membayangkan adanya lautan diatas dasar putih.
·       Warna merah melengkung diatas balairung adat, adalah busur/panah dan diujung anak panah ada sebuah bintang bersegi lima.
·       Pada bahagian sebelas atas, tertulis judul Padang Pariaman dan bahagian sebelah bawah tertulis Motto SAIYO SAKATO diatas dasar kuning.


Balairung Adat
Melambangkan bahwa rakyat daerah Kabupaten Padang Pariaman mematuhi/menghormati dan melaksanakan ketentuan Adat Minangkabau dan juga lambang tempat permusyawaratan yang menjunjung tinggi Demokrasi.
Bintang
Merupakan bahagian dari Lambang Negara yakni Lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pohon Kelapa
Lambang kesatuan yang merupakan tanaman utama di daerah Padang Pariaman dengan jumlah pelapah daun 17 buah, menunjukkan banyaknya Kecamatan yang ada dalam Daerah Kabupaten Padang Pariaman.
Panah
Lambang patriotisme, senjata sakti untuk mempertahankan hak atas jalan kebenaran, musuh tidak dicari-cari (basuo pantang dielakkan).
Lautan
Melambangkan masyarakat yang dinamis, kreatif yang merupakan manifestasi dari alam fikiran dan perikehidupan masyarakat yang berpaham luas dan berfikiran tenang. Laut juga merupakan bahwa Daerah Kabupaten Padang Pariaman mempunyai daerah lautan yang luas.

Letak Geografis
Posisi astronomis Kabupaten Padang Pariaman yang terletak antara 0 0 11 ‘ – 00 49 ‘ Lintang Selatan dan 98036‘ – 100028‘ Bujur Timur. Luas wilayah sekitar 1.328,79 Km 2, dengan panjang garis pantai 60,50 Km 2. Luas daratan daerah ini setara dengan 3,15 persen dari luas daratan wilayah Propinsi Sumatera Barat.

Topografi
Wilayah Kabupaten Padang Pariaman termasuk iklim tropis besar yang memiliki musim kering yang sangat pendek dan daerah lautan sangat dipengaruhi oleh angin laut. Suhu udara berkisar antara 24,4o C – 25,70 C. Suhu udara terpanas jatuh pada bulan Mei, sedangkan suhu terendah terdapat pada bulan September. Kelembaban udara  rata-rata   86.75 % dengan kecepatan angin  rata-rata yaitu 2.14 knot/jam. Sedangkan rata-rata suhu maksimum 31.08o C dan rata-rata suhu minimum yaitu 21.34o C dengan curah hujan tercatat rata-rata 290.12 mm/tahun.

Rata-rata curah hujan secara keseluruhan untuk Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2007 adalah sebesar 368,4 mm, dengan rata-rata hari hujan sebanyak 19 hari per bulan. Tamperatur rata-rata untuk Kabupaten Padang Pariaman adalah 25,70 derajat celcius dengan kelembapan relatif 85,9 persen.

Dilihat dari topografi wilayah, Kabupaten Padang Pariaman terdiri dari wilayah daratan pada daratan Pulau Sumatera dan 6 pulau-pulau kecil, dengan 40 % daratan rendah yaitu pada bagian barat yang mengarah ke pantai. Daerah dataran rendah terdapat disebelah barat yang terhampar sepanjang pantai dengan ketinggian antara 0 – 10 meter di atas permukaan laut, serta 60% daerah bagian timur yang merupakan daerah bergelombang sampai ke Bukit Barisan. Daerah bukit bergelombang terdapat disebelah timur dengan ketinggian 10 – 1000 meter di atas permukaan laut.

Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Padang Pariaman tahun 2007 tercatat sebanyak 387.452 jiwa, yang terdiri dari 186.058 laki – laki dan 201.394 perempuan, sedangkan tahun sebelumnya tercatat sebanyak 384.718 jiwa (183.926 laki – laki dan 200.792 perempuan). Tingkat kepadatan penduduk pada tahun 2007 ini terhitung sebanyak 292 jiwa / Km 2. Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Batang Anai, yakni 43.890 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Padang Sago yakni 8.247 jiwa.

Sedangkan jumlah orang yang bekerja sebanyak 142.222 orang dengan rincian 83.836 laki-laki dan 58.386 perempuan. Dilihat dari tingkat pendidikan pekerja di Kabupaten Padang Pariaman terbanyak pada tingkat pendidikan tidak tamat SD sebanyak 45.173 orang, selanjutnya 36.760 orang pada tingkat pendidikan SD dan sebanyak 6.749 orang berpendidikan diatas sekolah menengah atas (Diploma/Universitas).

Dilihat dari tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan data dari Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana sebanyak 10.118 keluarga berada pada tingkat pra sejahtera, 21.663 keluarga pada tingkat Sejahtera I, 28.297 keluarga pada tingkat Sejahtera II, 25.382 pada tingkat Sejahtera III, dan sebanyak 1.443 keluarga pada tingkat Sejahtera III Plus.

Musibah Gempa
Pada 30 September 2009, gempa bumi berkekuatan 7,6 SR mengguncang pesisir barat Sumatera, tepatnya di perairan laut Pariaman. Episentrum gempa berada sekitar 57 kilometer barat daya Padang Pariaman pada kedalaman 71 kilometer dari permukaan laut. Padang Pariaman menjadi kabupaten yang mengalami guncangan paling kuat sebesar VII MMI. Akibatnya, wilayah ini menjadi lokasi dengan kerusakan terparah yang tersebar di 17 kecamatan. Di 3 kecamatannya: Patamuan, V Koto Timur, dan V Koto Kampung Dalam terjadi longsor yang parah dari Gunung Tigo, dimana diperkirakan sekitar 289 warganya tertimbun dalam longsor. Menurut data sementara Satkorlak PB, total korban tewas akibat gempa di kabupaten ini mencapai 675 orang.

Gempa juga merusak sarana transportasi. Sedikitnya, 37 titik jalan mengalami kerusakan yang bervasiasi seperti putus total, tertimbun, terangkat dan pecah. Beberapa jembatan di VII Koto Sungai Sarik, VI Lingkung dan 2 X 11 Kayu Tanam juga mengalami kerusakan.

Selain Padang Pariaman, wilayah lain yang mengalami kerusakan parah adalah Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi dan Kota Padangpanjang.

Daftar Nama-nama Bupati
No
 Photo
Nama
Periode Jabatan
Keterangan
1

Sutan Hidayat Syah
1945 – 1946

2

Ibrahim Datuk Pamuncak
1946 – 1947

3

BA. Murad
1947 – 1950

4

Said Rasyad
1950 – 1953

5

Taher Samad
1953 – 1956

6

Harun Al Rasyid
1956 – 1958

7

Na’azim Sutam Syarif
1958 – 1959

8

Raharjo
1959 – 1960

9

Syamsu Anwar
1960 – 1961

10

JB. Adam
1961 – 1966

11

Muhammad Noer
1966 – 1975

12

Prof. Drs. Harun Zein
1975

13

Muhammad Zein Chatib
1975 – 1980

14

Kol. Inf. H. Anas Malik
1980 – 1990

15

H. Zainal Bakar, SH
1990 – 1994

16

Ir. H. Nasrul Syahrun
1994 – 1999

17

Drs. Armyn AN
1999 – 2000

18

Drs. H. Muslim Kasim AK, MM
Dt. Sinaro Basa
2000 – 2005

19

Drs. H. Muslim Kasim AK, MM
Dt. Sinaro Basa
2005 – 2010

20

Drs. H. Ali Mukhni
2010 - 2015 





Masih menjabat


Baca juga : Lampu Teplok Hingga Token

Pustaka :
Selanjutnya »

Kepala KUA Mesum Terancam di Pecat


Dunia memang sudah semakin tua. Orang tidak lagi memikirkan dosa. Orang awam, orang berpendidikan, bahkan orang yang paham akan agama sekalipun. Kasus ini sangat mencoreng nama baik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman. Seorang Oknum Kepala KUA Kayu Tanam, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Afzan, S.Ag terjaring razia polisi di Jalan Adinegoro, depan Mapolsek Koto Tangah, Selasa (21/2/2012) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia bersama dengan seorang remaja yang diketahui adalah salah satu siswi MAN Padusunan Pariaman, berinisial LF (17 tahun) dijumpai dengan pa­kaian terbuka di dalam mobil Toyota Starlet warna merah. Diduga ia berbuat mesum di dalam mobil tersebut. Jajaran Polres­ta Padang yang menggelar razia, juga menemukan VCD porno dan kondom di dalam mobil tersebut.

Kejadian ini bermula saat petugas yang sedang menggelar razia di wilayah Polsek Kota Tangah Padang menghentikan sebuah mobil Toyota Starlet yang sedang melaju dari arah Padang Pariaman menuju Padang. Saat dihen­tikan petugas, Az terkejut dan menabrak mobil yang ada di depannya.

Hal ini tentu mengundang perhatian petugas, dan langsung memeriksa mobil tersebut. Karena kaget, mereka tidak sempat memperbaiki pakaian mereka yang sudah terbuka. Keduanya ditemui dalam kondisi setengah telanjang, ujar Kompol Ari Yuswan Triono yang memimpin razia tersebut.

Kemudian kata Ari, petu­gas pun memeriksa kendaraan mereka dan ternyata menda­patkan delapan keping VCD Porno, dan sembilan bungkus kondom, sehingga mereka digiring ke Mapolsek Koto Tangah untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat dilakukan pemerik­saan oleh petugas, Az, warga Pakandangan  Kecamatan Enam Ling­kung, Kabupaten Padang Pariaman mengaku sempat berbuat mesum di dalam mobil itu bersama LF, siswa kelas II sebuah MAN di Pa­dang Pariaman.

Polisi kemudian meng­hubungi keluarga perem­puan dan dilakukan mus­yawarah, mereka pun akhirnya tidak melapor di Polsek Koto Tangah, me­lainkan akan membuat lapo­ran di Polres Pariaman.

Afzan adalah warga pakandangan yang mempunyai istri seorang warga Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Pariaman. Alangkah memalukan tindakan yang diperbuatnya baik sebagai warga Pakandangan maupun sebagai “urang sumando” di Koto Tinggi, karena masih satu kecamatan hanya saja kenagarian yang berbeda, apalagi jabatan yang di embannya.

Belakangan beredar kabar bahwa tidak itu saja ulah yang dilakukan oknum KUA yang satu ini. Ada juga warga sekitar yang menuturkan bahwa AZ ini pernah jadi calo untuk memberangkatkan orang naik haji. Entah sudah berapa orang yang kena tipu muslihatnya. Tapi karena memandang kanan kiri orang enggan melaporkannya kepada yang berwajib.

Dalam kasus ini, Kepala KUA Kayutanam ini dijerat Pasal 332 KUHP, karena melarikan anak di bawah umur. Sebelumnya orang tua dari LF melapor ke Mapolresta Pariaman bahwa anaknya dilarikan orang. Dari hasil visum, didapatkan kemaluan korban sudah robek.

Kepala Kantor Kemenag Sumbar, Drs H Ismail Usman mengaku sedih dan terpukul atas kejadian ini. “Ini telah mencoreng instansi kami. Kami tidak akan membelanya. Kami akan tindak sesuai PP No 53 tahun 2010 dengan sanksi seberat-beratnya diberhentikan dari jabatan dan bisa diberhentikan dari PNS,” ujar mantan Kabid Penamas Kemenag Sumbar ini.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah berangkat ke Pariaman dan berkoordinasi dengan Kemenag Pariaman untuk menindaklanjuti kasus ini. “Surat penahanan dari polisi dan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) akan kita jadikan untuk mengambil tindakan selanjutnya. Namun, yang pasti sejak sore ini, dia sudah kita berhentikan dari jabatannya dan suratnya akan kita kirim segera ke pusat,” tegas Ismail Usman.


Demikian, semoga bermanfaat 

Baca juga : Lampu Teplok Hingga Token

Pustaka :

Selanjutnya »

Rabu, 08 Februari 2012

Wakasek Tabrak Muridnya



Ini mungkin kecelakaan yang tidak disengaja. Seorang Wakil Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, menabrak delapan siswanya usai pulang sekolah. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 13.00 Wita.

Kejadian bermula saat wakil Kasek SMPN 2 Makale, Daniel Naeng T hendak pulang dengan mengendarai mobil Toyota kijang miliknya. Mobil yang dikendarai Wakasek bernomor polisi DD 1076 NY yang melaju dari arah utara menuju arah selatan itu keluar jalur dan langsung menyerempet 8 (delapan) siswanya sendiri yang sedang menunggu mobil angkutan umum.

Akibatnya, delapan siswa yang baru duduk di bangku kelas I ini mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Lakipadada di kota Makale. Untungnya delapan siswa ini hanya mengalami luka ringan, lecet bagian kaki dan tangan, sehingga setelah mendapat perawatan medis, delapan siswa yang mengalami luka akibat terserempet mobil tersebut sudah diperbolehkan pulang.

Adapun data-data dari delapan siswa tersebut adalah :

No
Nama
Umur
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Amelia
Grace Agnes Allo
Haslinda
Mega
Nining Bara
Yulianti T
Serlina
Angelia P
12 tahun
13 tahun
14 tahun
12 tahun
12 tahun
13 tahun
13 tahun
11 tahun

Dari keterangan salah satu guru SMP Negeri 2 Makale, Marselinus Batara dilketahui sang Wakil Kepala Sekolah SMP 2 Makale ini belum mahir mengendari mobil karena baru saja lulus dari kursus mengemudi. Sementara mobil kijang yang dikendarainya juga belum lama dibeli Wakasek.

Kejadian bermula saat Wakasek Daniel hendak menyalip kendaraan yang ada didepannya, tapi tanpa diduganya dari arah yang berlawanan muncul mobil lain. Karena kaget, Wakasek Daniel membanting stir dan menyerempet siswa yang sedang menunggu angkot.

Kepala satuan lalulintas (Kasat Lantas) Polres Tana Toraja, AKP Muhabar, membenarkan peristiwa kecelakaan lalulintas dengan korban luka-luka delapan siswa SMP Negeri 2 Makale. Saat ini, wakasek SMP Negeri 2 Makale masih dimintai keterangannya di unit lantas Polres Tana Toraja. Mobil Toyota kijang DD 1076 NY yang dikemudikan wakasek SMPN 2 Makale juga sudah diamankan untuk keperluan penyelidikan.

Dari peristiwa ini dapat disimpulkan bahwa dalam mengendari mobil atau kendaraan lainnya kehati-hatian sangat diperlukan untuk menghindari segala kemungkinan yang seharusnya tidak terjadi. Apalagi kalau kita tahu bahwa kita belum lagi mahir dalam mengendarai sebuah kendaraan.

Pustaka :

Selanjutnya »

Selasa, 07 Februari 2012

Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW



Perayaan hari Maulid Nabi di Indonesia diselenggarakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2012 kemarin. Seluruh ulama sepakat bahwa maulid Nabi tidak pernah diperingati pada masa Nabi SAW hidup maupun pada masa pemerintahan khulafaurrasyidin (sahabat nabi yang empat yaitu Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib). Lalu sejak kapan hari kelahiran Nabi Muhammad mulai di peringati?

Ada (2) dua versi sejarah :

Versi pertama :
Peringatan maulid bermula pada masa pemerintahan Dynasti Fathimiyyun sekitar abad IV Hijriyah. Dynasti Fathimiyyun mulai menguasai mesir pada tahun 362 H dengan raja pertamanya Al Muiz Lidinillah, di awal tahun menaklukkan Mesir dia membuat enam perayaan hari lahir sekaligus yaitu hari lahir ( maulid ) Nabi, hari lahir Ali bin Abi Thalib, hari lahir Fatimah, hari lahir Hasan, hari lahir Husein dan hari lahir raja yang berkuasa.

Kemudian pada tahun 487 H pada masa pemerintahan Al Afdhal peringatan enam hari lahir tersebut dihapuskan dan tidak diperingati, raja ini meninggal pada tahun 515 H. Pada tahun 515 H dilantik Raja yang baru bergelar Al amir liahkamillah, dia menghidupkan kembali peringatan enam maulid tersebut, begitulah seterusnya peringatan maulid Nabi shallallahu `alaihi wasallam yang jatuh pada bulan Rabiul awal diperingati dari tahun ke tahun hingga zaman sekarang dan meluas hampir ke seluruh dunia. Ini terdapat dalam buku Al khutath, karangan Al-Maqrizy (seorang ahli sejarah Islam).

Sedangkan Abu Syamah (ahli hadist dan tarikh wafat th 665 H) menjelaskan dalam bukunya  "Raudhatain" bahwa raja pertama dinasti ini berasal dari Maroko dia bernama Said, setelah menaklukkan Mesir dia mengganti namanya menjadi Ubaidillah serta mengaku berasal dari keturunan Ali dan Fatimah dan pada akhirnya dia memakai gelar Al Mahdi.

Akan tetapi para ahli nasab menjelaskan bahwa sesungguhnya dia berasal dari keturunan Al Qaddah beragama Majusi, pendapat lain menjelaskan bahwa dia adalah anak seorang Yahudi yang bekerja sebagai pandai besi di Syam.

Dinasti ini menganut paham Syiah Bathiniyah; diantara kesesatannya adalah bahwa para pengikutnya meyakini Al Mahdi sebagai  tuhan pencipta dan pemberi rezki. Setelah Al Mahdi mati anaknya yang menjadi raja selalu mengumandangkan kutukan terhadap Aisyah istri rasulullah shallallahu `alaihi wasallam di pasar-pasar.

Kesesatan dinasti ini tidak dibiarkan begitu saja, maka banyak ulama yang hidup di masa itu menjelaskan kepada umat, diantaranya Al Ghazali menulis buku yang berjudul "Fadhaih bathiniyyah (borok aqidah Bathiniyyah)" dalam buku tersebut dalam bab ke delapan beliau menghukumi penganutnya telah kafir , murtad serta keluar dari agama islam.

Versi kedua :
Peringatan hari Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin yang pada saat itu sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.

Tujuan Memperingati Hari Maulid (Kelahiran) Nabi Muhammad SAW
Tujuan dari memperingati hari Maulid Nabi adalah menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tentang Perayaan hari Maulid Nabi
Terdapat dua golongan, yaitu yang membolehkan dan yang tidak membolehkan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

Golongan yang tidak membolehkan memperingati hari maulid nabi berpedoman pada :
1.      Al-Qur’an Surat Almaidah ayat 5 :

Artinya :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Pada ayat di atas, mereka menggunakan penggalan ayat yang artinya “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” sebagai dalil.

2.      Hadits Nabi yang artinya :
Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah menyesatkan”. HR. Abu Daud dan Tarmizi.

“Siapa yang menghidupkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam dien kami, amalannya ditolak.” Muttafaq ’alaih 

Dalam riwayat Muslim:  “Siapa yang mengamalkan perbuatan yang tidak ada dasarnya dalam dien kami, amalannya ditolak.”

Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tersebut. HR. Abu Daud.

Mereka yang termasuk ke dalam golongan ini menganggap memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah.

Golongan yang membolehkan :
Mereka berpedoman pada :
1.      Al-Qur’an Surat Yunus ayat 58 :

qul bifadhlillaahi wabirahmatihi fabidzaalika falyafrahuu huwa khayrun mimmaa yajma'uun

Artinya :
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

2.      Al-Qur’an Surat Al-Ambiya’ ayat 107

wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil'aalamiin

Artinya :
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

3.      Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim
Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab, "Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (HR Muslim)

Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya. Beliau bersyukur kepada Allah SWT pada hari tersebut atas karunia Tuhan yang telah menyebabkan keberadaannya. Rasa syukur itu beliau ungkapkan dengan bentuk puasa.

Paparan ini menyiratkan bahwa merayakan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW termasuk sesuatu yang boleh dilakukan. Apalagi perayaan maulid itu isinya adalah bacaan shalawat, baik Barzanji atau Diba', sedekah dengan beraneka makanan, pengajian agama dan sebagainya, yang merupakan amalan-amalan yang memang dianjurkan oleh Syari' at Islam. Sayyid Muhammad' Alawi al-Maliki mengatakan:

"Pada pokoknya, berkumpul untuk mengadakan Maulid Nabi merupakan sesuatu yang sudah lumrah terjadi. Tapi hal itu termasuk kebiasaan yang baik yang mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang (akhirnya) kembali kepada umat sendiri dengan beberapa keutamaan (di dalamnya). Sebab, kebiasaan seperti itu memang dianjurkan oleh syara' secara parsial (bagian­bagiannya)”

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw yang dipandang perlu diselenggarakan tersebut harus mengandung manfaat untuk kepentingan dakwah Islam, meningkatkan iman dan taqwa serta mencintai dan meneladani sifat, perilaku, kepemimpinan dan perjuangan Nabi Muhammad saw. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara menyelenggarakan pengajian atau acara lain yang sejenis yang mengandung materi kisah-kisah keteladanan Nabi saw.

Jadi, sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang banyak. Lalu diisi dengan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji sejarah dan akhlaq Nabi SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan.

Demikian semoga bermanfaat.

Pustaka

Selanjutnya »