Senin, 20 Maret 2017

Negeri Durhaka dan Anak-Anak Bangsa yang Tergadai






Negeri Durhaka dan Anak-Anak Bangsa Yang Tergadai 
Oleh : Fuadi

Menilik mata garuda
Yang nampak bukanlah Bung Hatta
Tapi Malin Kundang berkacak pinggang menepuk dada
Melecut mulut ibunya

Membuka paruh garuda
Merah wajah Bung Karno nampak sungguh menyala
Jantungnya dirasa ditusuk belati
Melihat Sangkuriang mempersunting Dayang Sumbi
 
Memindai perisai garuda
Berasa pecah-belah ini dada
Menyaksikan anak-anak bangsa
Lahir tergadai di bumi surga dunia

Sebab sayap garuda tak lagi nyaman
terjepit antara kapitalis dan neolib
Menindas zaman
Salip menyalip

Anak-anak bangsa
Wajah tua di usia balita
Bungkuk di antara kaki garuda
Bersisik naga

Pekanbaru, 270816

Selanjutnya »

Sabtu, 18 Maret 2017

Puisi Akrostik 2






Puisi akrostik merupakan salah satu jenis puisi yang digunakan untuk pemula, sebagai bahan dasar untuk mulai menyukai menulis puisi.

Kata akrostik berasal dari bahasa Prancis acrostiche dan Yunani akrostichis.

Akrotik: kata benda, yang artinya sebuah sajak (kata lain dari puisi, yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata, apabila dibaca secara vertikal (dari atas ke bawah).

Pola rima dan jumlah larik dapat bervariasi, karena puisi akrostik lebih dari puisi deskripsi yang menjelaskan kata yang dibentuk. Sumber klik di sini

Di bawah ini adalah salah satu contoh puisi Akrostik yang penulis ambil dari nama anak seorang kawan maya penulis. Silahkan disimak, semoga bermanfaat. 


MUHAMAD TEGUH SAPUTRA
Oleh : Fuadi

Manusia dilahirkan
Untuk Satu penghambaan
Hidup adalah jembatan kematian
Akan tetapi banyak manusia meragukan
Mereka asyik dengan dunia fana menghanyutkan
Anakku!, perkuatlah dirimu dengan ilmu dan ketaqwaan
Dengan itulah engkau akan merasakan nikmatnya bersama Tuhan

Teguh anakku
Engkaulah harapan ayah ibu
Genggamlah erat nasihat para guru
Untuk bekal hidupmu bermanfaat sepanjang waktu
Hiduplah sederhana sebagaimana hidup Nabi penerima wahyu

Shalat yang lima
Akhlak santun terjaga
Pandai menjaga lidah berbicara
Untuk kebaikan keluarga bangsa dan negara
Tegakkan keadilan tanpa memandang jabatan dan kasta
Raihlah ridha Ilahi sebab itulah kebenaran yang paling didamba
Allah mengangkat derajat hamba-Nya dari amalan bukan dari bentuk rupa

Pucuk, 101116
Selanjutnya »

Jumat, 17 Maret 2017

Sebab Banjir Hadir





Puisi di bawah ini adalah akibat dari perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap alam lingkungan seperti penebangan hutan secara liar. Akibatnya terjadi bencana alam berupa banjir dan sebagainya. 

Selamat menikmati, semoga bermanfaat.
 
SEBAB BANJIR HADIR
Oleh : Fuadi

Mengapa menangisi hujan yang
mendera beranda, ruang tamu,
sekolah, pertokoan, perkantoran,
menyulut luka-luka di hati dan jiwa

Ia hanya bertamu
sesaat lalu berlalu
datang bertandang
mengisi diary untuk dipelajari?

Kita yang tak arif membaca
bonggol-bonggol merana kesepian
ditinggal batang, dahan dan ranting
bermusim-musim menanggung rajam

Ketika matahari memantik hutan
rimba begitu tandus tak terurus
humus kurus tanah kian keropos
dilindas nafsu peradaban

Sejurus hujan turun lurus menderas
bencana banjir datang melanda
akibat dari ulah polah, innalillah  
sebagai peringatan dan renungan

Pucuk, 70317



Selanjutnya »

Kamis, 16 Maret 2017

M a a f





Saling memaafkan adalah perbuatan yang sangat dianjurkan kala terdapat kesalahpahaman antara kita dengan siapa saja. Tidak mesti saling menunggu untuk meminta maaf. Bagaimana? anda setuju? silahkan disimak puisi di bawah ini. Semoga bermanfaat, salam.
 
M A A F
Oleh : Fuadi

Itu
Yang ingin kudengar dan lakukan
Saat kita di persimpangan
Kau menemui tuhan
Aku mencari tuhan

Kala kita bersua di muara masa
ini
Yang ingin kuucapkan
Dan kau mengiyakan

Sebab kita tahu
Dia
Pembeda angkuh dan jujur
Merujukkan mata hati


Bingkai Hati, 140216

Selanjutnya »